Puitika Vulgar Mantra Ikan Terbang dan Budaya Ekonomi

Dina Amalia Susanto

Penghubung antara perahu sandeq dan puitika mantra adalah perburuan ikan terbang atau tradisi meroppong, ranah di mana  penciptaan perahu Sandeq berfungsi pada masa awal. Dengan kata lain,  budaya produksi yang akan dibahas  adalah  pertama, budaya produksi ikan terbang yang melibatkan Sandeq, motanga, dan mantra.  Mantra ikan terbang memang tidak secara langsung  bagian dari produksi Sandeq, meskipun ada juga mantra-mantra  yang berhubungan langsung dengan pembuatan sandeq. Puitika mantra menjadi khas karena bentuk-bentuk bahasa yang digunakan bagian dari kegiatan dasar manusia, sehingga antropomorfis ini  menunjukkan  kesamaan alamiah antara dunia manusia dengan dunia  binatang (ikan). Akan tetapi, peruntungan ekonomis dari tujuan mantra tersebut  menjadi dasar  bahwa mantra ini pun berhubungan dengan budaya ekonomi yang meskipun berada di wilayah keyakinan atau spiritual, tetapi mantra tersebut secara pragmatis diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tahap budaya produksi berikutnya, ketika Sandeq diupayakan pengembanngan dan pelestariannya melalui suatu festival lomba perahu Sandeq yang telah mengubah proses penciptan perahu itu dan budaya kerja nelayan Mandar. Tidak hanya itu, bahkan pola festival ini telah mengubah cara pemasaran Sandeq di tingkat yang lebih luas dari masyarakat Mandar. Festival lomba perahu Sandeq menjadi ruang diskursus ekonomi yang merepresentasikan bahasa dan serangkaian teknik penerimaan objek. Objek tersebut dikonstruksi dalam cara tertentu sehingga memperoleh pertimbangan  untuk dikonsumsi dalam pariwisata. 

 

Unduh Artikel Lengkap