Bulan Bahasa dan Sastra 2012


10/03/2012 | Bulan Bahasa dan Sastra

Bulan Bahasa dan Sastra 2012

Latar Belakang

Tantangan kehidupan global yang kita hadapi saat ini mengharuskan kita untuk lebih memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penguat­an kerukunan ini menjadi suatu keharusan agar bangsa Indonesia dapat tetap bersatu dan eksis di tengah-tengah derasnya arus kehidupan dan budaya global. Bangsa yang hidup rukun tidak saja bangsa yang mampu memperlihat­kan jati diri dan kepribadian yang kuat, tetapi juga penuh tanggung jawab, jujur, disiplin, berkualitas, dan mem­punyai kompetensi yang tinggi.

Terkait dengan hal tersebut, bahasa Indonesia—termasuk sastra di dalamnya—memegang peranan yang amat penting dalam membentuk kerukunan hidup ber­masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mencintai bahasa Indonesia berarti juga mencintai bangsa Indonesia karena bahasa pada hakikatnya bahasa merupakan simbol iden­ti­tas bangsa yang juga dapat mencerminkan karakter bang­sa. Karakter yang bertumpu pada kecintaan dan kebangga­an terhadap bahasa dan bangsa seperti itu pada dasarnya juga merupakan refleksi dari kecintaan dan kebanggaan ter­ha­dap Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilarnya.

Bahasa juga menunjukkan bangsa. Ungkapan itu ju­ga berarti bahwa bahasa menunjukkan jati diri yang di­harap­kan dapat mempersatukan penuturnya dalam wujud ke­hidup­­an yang rukun dan damai, baik dalam hidup ber­masya­rakat, berbangsa, maupun bernegara. Pada sisi lain, karya sastra juga mengandung nilai-nilai kearifan yang mam­pu memperhalus akal budi dan mempertajam etika dan daya estetika. Nilai-nilai yang ada dalam karya sastra itu dapat menjadi patokan dan dasar dalam menciptakan ke­rukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan ber­negara. Oleh karena itu, kemampuan mengapresiasi karya sastra juga berperan penting dalam membangun manusia yang berbudi luhur, bertenggang rasa, dan arif dalam mengatasi persoalan dan tantangan zaman.

Tema

Sejalan dengan latar belakang tersebut, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2012 dilaksanakan dengan me­ngu­sung tema “Bahasa Indonesia Perekat Kerukunan Hidup Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara”.

Tujuan

Untuk mewujudkan tema tersebut, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2012 bertujuan menumbuhkembangkan ke­cinta­an masyarakat terhadap bahasa dan sastra Indonesia dalam rangka mempererat kerukunan hidup ber­masyarakat, ber­bangsa, dan bernegara menuju masyarakat Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing tinggi.

Kegiatan

Selaras dengan tujuan Bulan Bahasa dan Sastra 2012, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyeleng­gara­kan sepuluh kegiatan berikut.

  1. Pemberian Penghargaan Adibahasa

Adibahasa merupakan penghargaan yang diberikan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa ter­­hadap pemerintah provinsi yang menunjukkan ke­sung­­guhan­nya dalam pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia di tempat-tempat umum dan di da­lam ranah ke­dinasan. Proses penilaiannya akan dilaku­kan oleh pa­nitia khusus terhadap (1) peng­gunaan ba­hasa di tem­pat-tempat umum, (2) peng­gunaan bahasa Indonesia di dalam tata naskah dinas, (3) keaktifan pemerintah provinsi dalam mendukung kegiatan ke­bahasaan dan kesastraan di wilayah masing-masing, dan (4) keter­se­dia­an peraturan per­undang-undangan pada tingkat pro­vinsi yang terkait dengan pengaturan masalah ke­ba­hasaan dan kesas­tra­an di wilayahnya masing-masing.

  1. Penilaian Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa Cetak (Tingkat Nasional)

Media massa sering dijadikan sebagai barometer da­lam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh masyarakat. Namun, pada kenyataannya belum se­luruh media massa dapat dijadikan sebagai contoh dalam penggunaan bahasa Indonesia. Oleh ka­rena itu, guna mendorong peningkatan mutu peng­gunaan baha­sa Indonesia di media massa, khu­sus­nya media massa cetak, akan dilakukan penilaian terhadap penggunaan bahasa Indonesia di media massa cetak. Penilaian itu ju­ga dilakukan untuk memperoleh pemeringkatan me­dia massa cetak yang menggunakan bahasa Indonesia terbaik.

  1. Debat Bahasa Antarmahasiswa

Di tengah-tengah munculnya berbagai persoalan yang di­hadapi dalam kehidupan global ini, mahasiswa diajak untuk ikut memikirkan persoalan kebahasaan dan ke­sastraan yang terjadi akhir-akhir ini. Terkait dengan itu, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengasah ke­mahir­an ber­bahasa para mahasiswa dalam menge­mu­ka­kan pen­dapat secara kritis dan argumentatif. Se­jalan dengan itu, kegiatan debat bahasa antarmaha­siswa ini juga me­­­rupa­kan ajang bagi para mahasiswa untuk ber­adu argumentasi persoalan kebahasaan dan kesastra­an yang dihadapi saat ini.

  1. Pemilihan Duta Bahasa (Tingkat Nasional)

Peran para pemuda dalam membangun semangat dan konsep kebangsaan telah terbukti nyata sejak dicetus­kan­nya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Semangat dan ketokohan para pemuda itu harus tetap diper­tahan­kan, diperkuat, dan diteruskan kepada generasi mu­­­da masa kini agar semangat kebangsaan itu terus mem­­­­­bara di dada para pemuda Indonesia. Oleh ka­re­na itu, kegiatan duta bahasa dilaksanakan sebagai upaya me­libatkan para pemuda dalam menjaga dan me­­nye­bar­luaskan semangat kebangsaan melalui baha­sa. Di samping itu, kegiatan ini juga dimaksudkan un­tuk me­milih pemuda-pemudi Indonesia yang memiliki ke­mahir­an dalam berbahasa Indonesia dan sikap serta perilakunya dapat dijadikan sebagai teladan.

  1. Parade Mural Cinta Bahasa Indonesia

Di perkotaan cukup banyak ruang publik, seperti tiang-tiang jembatan layang, yang dibiarkan kosong. Ruang seperti itu tidak jarang dimanfaatkan sebagai ajang corat-coret yang kontraproduktif oleh orang-orang yang suka iseng. Padahal, ruang seperti itu dapat di­man­faatkan secara baik untuk mengingatkan kembali perlu­nya mencintai bahasa Indonesia, bahasa ke­bang­sa­an kita. Terkait dengan itu, Badan Bahasa me­nga­jak berbagai pihak untuk mengisi ruang-ruang ko­song itu dengan grafiti kebahasaan atau mural yang berisi im­bau­an atau ajakan untuk mencintai bahasa Indonesia dengan kata-kata bijak.

  1. Sayembara Penulisan Proposal Penelitian Kebahasa­an dan Kesastraan (Tingkat Nasional)

Para mahasiswa S-1 pada umumnya mempunyai ke­wajiban menulis karya ilmiah yang berupa skripsi un­tuk mengakhiri masa studinya. Terkait dengan itu, un­tuk mem­­bantu para mahasiswa dalam menyelesaikan skrip­si­nya, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyelenggarakan sayembara Penulisan Pro­po­sal Penelitian Kebahasaan dan Kesastraan tingkat nasional bagi para mahasiswa S-1. Peserta yang pro­posal penelitiannya terpilih sebagai pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang sebagai bantuan biaya penelitian.

  1. Sayembara Penulisan Cerpen Remaja (Tingkat Nasional)

Untuk menggairahkan kehidupan sastra yang ber­tema­kan kehidupan remaja serta meningkatkan ke­giatan penulisan kreatif di kalangan remaja, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyeleng­gara­kan sayembara Penulisan Cerpen Remaja tingkat nasional. Pesertanya adalah para remaja di seluruh Indonesia. Adapun penilaiannya akan dilakukan secara berjenjang. Untuk tingkat provinsi, di luar DKI Jakarta, penilaian akan dilakukan di balai/kantor bahasa pro­vinsi masing-masing, sedangkan untuk Provinsi DKI Jakarta, penilaian dilakukan di Badan Bahasa. Pering­kat sepuluh terbesar dari setiap provinsi akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.

  1. Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Pe­ser­ta BIPA (Tingkat Internasional)

Akhir-akhir ini bahasa Indonesia tidak hanya dipelajari oleh warga negara Indonesia, tetapi telah dipelajari pula oleh warga negara asing. Para pelajar asing tersebut perlu diberi forum agar dapat mempraktik­kan kemampuan mereka dalam berbahasa Indonesia. Untuk itu, Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Peserta BIPA (bahasa Indonesia bagi penutur asing) diselenggarakan. Tujuannya adalah untuk mem­beri­kan peluang bagi para pembelajar BIPA untuk menunjukkan kemampuannya dalam berbahasa Indonesia.

  1. Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan (Tingkat Nasional)

Dalam perkembangan teknologi informasi saat ini, blog berhasil merebut perhatian masyarakat dan men­jadi tren yang sangat digemari, terutama di ka­lang­an pengguna internet. Atas dasar itu, kegiatan ini dise­leng­garakan dengan maksud untuk memberikan peng­hargaan kepada pembuat blog kebahasaan dan kesas­tra­an yang bernilai unggul, baik dari sisi artistik, infor­matika, maupun kemanfaatan isi yang termuat di dalam blog tersebut.

  1. Festival Musikalisasi Puisi bagi Siswa SLTA se-Jabodetabek

Musikalisasi puisi merupakan salah satu bentuk apre­siasi puisi melalui musik. Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap sastra. Setiap tahun penyeleng­garaan kegiatan ini selalu banyak peminat. Oleh ka­rena itu, kegiatan seperti itu diselenggarakan lagi ta­hun ini dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2012. Pada tahun ini pesertanya dibatasi pada siswa SLTA, termasuk Madrasah Aliyah dan SMK, se-Jabodetabek.

Puncak Acara

Puncak acara Bulan Bahasa dan Sastra 2012 akan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2012. Dalam acara tersebut akan dilaksanakan, antara lain, pengumuman hasil kegiatan, pementasan seni budaya, serta persembahan karya kreatif kebahasaan dan kesastraan.

Informasi Lengkap

Informasi lebih lanjut secara lengkap dari setiap kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2012 selain dapat dibaca di dalam edaran khusus, juga dapat diperoleh balai/kantor bahasa terdekat atau melalui alamat panitia berikut.

Alamat Panitia

Panitia Bulan Bahasa dan Sastra 2012

Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta 13220, Telepon (021) 4896558, 4706287, 4706288, 4750406, Faksimile (021) 4750407.

Laman: www.badanbahasa.kemdikbud.go.id