Sebanyak 28 Orang Delegasi Rusia Mengikuti Peningkatan Kompetensi BIPA di Sentul


07/11/2017 | Kegiatan

Sebanyak 28 Orang Delegasi Rusia Mengikuti Peningkatan Kompetensi BIPA di Sentul

Sentul, Badan Bahasa – Sebanyak 28 orang delegasi Rusia yang terdiri dari guru, pelajar dan mahasiswa, serta pegiat pendidikan mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Kantor Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Sentul, Jawa Barat selama sebelas hari, 10--21 Juli 2017.

“Sebuah kebanggaan bagi kami, delegasi Rusia yang datang ini sebelumnya telah belajar bahasa Indonesia di Moskow, tentunya dengan alasan yang berbeda-beda,” kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kemendikbud, Dadang Sunendar saat  membuka kegiatan itu secara resmi, Selasa, 11 Juli 2017.

Sementara itu, Kepala PPSDK, Emi Emilia mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia delegasi Rusia dan menambah wawasan mereka tentang kebudayaan Indonesia.

Lebih lanjut, Dadang mengatakan bahwa melalui PPSDK, Badan Bahasa memfokuskan berbagai strategi dan implementasi diplomasi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

“Kami membuat bahan-bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), mengirimkan ratusan guru bahasa Indonesia ke seluruh dunia termasuk Rusia, melatih kemampuan berbahasa asing para tentara Indonesia yang dikirim ke negara-negara konflik di seluruh dunia yang tergabung dalam misi perdamaian PBB, dan menerjemahkan berbagai karya sastra, dokumen-dokumen negara, dan ilmu pengetahuan, termasuk menerjemahkan karya-karya terbaik dari Rusia,” jelas Dadang.

Menurut Dadang, Rusia adalah negara besar yang berpengaruh secara politik global dan memiliki kekuatan teknologi dan militer yang sangat kuat, sedangkan Indonesia lebih banyak dikenal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dengan penduduk lebih dari 250 juta dan memiliki kemajuan teknologi yang cukup bagus dan diakui juga oleh dunia internasional.

Dadang berharap ke-28 orang delegasi Rusia tersebut bisa lebih mengenal Indonesia dan mempraktikkan kemampuan berbahasa Indonesia.

“Meskipun di daerah ini tidak memiliki banyak tetangga atau penduduk, karena ini kawasan strategis.  Namun, di lingkungan ini Anda semua bisa mempraktikkan bahasa Indonesia dengan semua pegawai yang ada di sini. Saya minta kepada teman-teman Badan Bahasa yang ada di PPSDK, tolong berkomunikasi dengan bahasa Indonesia jangan menggunakan bahasa Inggris, dan sebaiknya dari Rusia juga mencoba berkomunikasi dengan bahasa Indonesia karena akan menjadi kursus intensif selama sebelas hari untuk belajar bahasa Indonesia di sini,”tutur Dadang.

Pada akhir sambutan, Dadang mengucapkan terima kasih kepada pihak KBRI di Moskow dan Sekolah Indonesia Moskow (SIM) yang membantu proses kedatangan delegasi Rusia ini.

“Terima kasih atas kedatangan dan kerja sama yang baik ini, mudah-mudahan program ini bisa terus berlanjut dan bukan hanya dengan negara Rusia saja. Kami berharap, ketika Anda kembali ke Rusia, Anda dapat menyampaikan informasi tentang Indonesia dan mengajak teman Anda untuk belajar bahasa Indonesia,” pesan Dadang.

Terkait materi pembelajaran, peserta kegiatan akan dibagi ke dalam tiga level sesuai dengan tingkat kemahirannya, yakni BIPA 1 Siswa, BIPA 1 Dewasa, dan BIPA 5 Dewasa.

Selama sebelas hari, selain mendapatkan pelajaran bahasa Indonesia dan seni tari tradisional di kelas, peserta akan melakukan praktik berbahasa Indonesia dengan mengunjungi Pasar Apung Sentul, Kebun Raya Bogor, Musem Nasional, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (an)