Gubernur Sumatra Utara Menyatakan Sikap Bangga Berbahasa Indonesia


10/09/2017 | Kegiatan

Gubernur Sumatra Utara Menyatakan Sikap Bangga Berbahasa Indonesia

Medan – Gubernur Sumatra Utara, Tengku Erry Nuradi, menyatakan sebagai warga negara Indonesia yang cinta dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), apapun etnis dan sukunya, kita harus memiliki sikap bangga berbahasa Indonesia. Pernyataan sikap itu ditandai dengan membubuhkan tanda tangan di atas slogan Gerakan Bangga Berbahasa Indonesia.

"Gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar di tempat-tempat umum seperti di perkantoran, pemerintahan, sekolah, kampus, pasar dan lokasi lainnya sebagai alat komunikasi resmi kita," tandas Erry dalam sambutannya saat membuka Gerakan Bangga Berbahasa Indonesia yang digelar Balai Bahasa Sumatra Utara di Taman Ahman Yani Medan, Minggu, 8 Oktober 2017.

Gubernur Sumatra Utara, Tengku Erry Nuradi, mengungkapkan rasa syukur atas lahirnya perda bahasa ini. “Bahwa ini menjadi perda pertama di Indonesia, oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengupayakan lahirnya perda ini,” ungkap Erry.

Pembubuhan tanta tangan bangga berbahasa Indonesia juga dilakukan oleh Wagirin Arman (Ketua DPRD Sumut), Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, M.S. (Kepala Pusat Pembinaan, Badan Bahasa), Dr. Tengku Syarfina, M.Hum. (Kepala Balai Bahasa Sumut), dan Syaiful Bahri Lubis, S.S. (Kepala Kantor Bahasa Jambi). Selanjutnya penandatangan pernyataan sikap dilanjutkan oleh seribu orang peserta di atas kain rentang berukuran 1 x 16 meter.  

Gufran Ali mengatakan, provinsi lain sudah ada perda  tentang  bahasa namun hanya mengatur tentang pelestarian bahasa dan sastra daerah. Perda yang menggabungkan pengutamaan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa dan sastra daerah baru ada di Sumut. “Ini luar biasa karenanya Balai Bahasa merasa berkepentingan memberi penghargaan. Dengan begini Pak Gubsu dan Ketua DPRD Sumut menjadi teladan dalam pengutamaan bahasa Indonesia karena dua pihak ini mendorong lahirnya perda sampai selesai,” kata Gufran.

Dalam kegiatan ini juga, Balai Bahasa Sumatra Utara memberikan anugerah Duta Bahasa Kehormatan kepada Tengku Erry Nuradi dan Wagirin Arman sebagai tanda penghargaan atas diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) No. 6 Tahun 2017 tentang Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Pelindungan Bahasa  dan Sastra Daerah, yang pertama di Indonesia. Penobatan Duta Bahasa Kehormatan ini diserahkan langsung oleh Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, M.S..

Sementara itu Ketua DPRD Sumatra Utara, Wagirin Arman mengatakan, era globalisasi telah mengubah perilaku masyarakat dalam berbahasa. Pengaruh bahasa asing sangat mencolok, bahasa asing ada di mana-mana. Bahkan di ruang publik, di pusat perbelanjaan dan pasar tradisional kita akan mudah menjumpai istilah-istilah asing.  

“Melihat eksistensi bahasa Indonesia mengalami ancaman, oleh sebab itu DPRD Sumut mengambil inisiatif untuk membuat peraturan daerah tentang pengutamaan bahasa Indonesia dan sastra daerah kita,” jelas Wagirin Arman.

Sementara itu, Tengku Syarfina menyampaikan, kegiatan Gerakan Bangga Berbahasa Indonesia ini upaya untuk memberikan motivasi kepada masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Sumatera Utara untuk lebih bangga kepada bahasa Indonesia. “Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran dan kebanggaan masyarakat khususnya masyarakat Sumatera Utara terhadap bahasa Indonesia. Adanya Gerakan Bangga Berbahasa Indonesia ini bukanlah berarti kami anti dengan bahasa asing, tetapi kita harus mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara kita,” sebut Syarfina.

Kegiatan yang diikuti lebih seribu orang ini menampilkan berbagai Rangkaian acara seperti Karnaval Kebahasaan, 1000 Tanda Tangan Bangga Berbahasa Indonesia, Penyematan Duta Bahasa Kehormatan, Marching Band, Lomba Sepeda Hias, Lomba Mewarnai, Lomba Foto Literasi, Komedi Tunggal (Stand up Comedy), Baca Puisi, Mendongeng/Membaca Cerita Rakyat, Parade Duta Bahasa, Hadiah Lawang (doorprize), dan hiburan musik.(AM/bbsu)