SMAN 1 Kendari Terpilih Menjadi Penampil Terbaik I Festival Musikaslisasi Puisi Tingkat Nasional 2017


10/27/2017 | Bulan Bahasa dan Sastra

SMAN I Kendari Terpilih Menjadi Penampil Terbaik I Festival Musikaslisasi Puisi Tingkat Nasional 2017

Jakarta, Badan Bahasa— Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional 2017 telah selesai dilombakan pada Jumat Malam (27/10/2017) di Hotel Puri Mega, Rawasari, Jakarta Timur.

Dewan juri yang terdiri dari Embi C. Noer, Acep Zamzam Noor, Iman Soleh, Jubing Kristianto, dan Sha Ine Febriyanti memutuskan enam penampil terbaik Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional 2017, yakni SMAN 1 Kendari, Sulawesi Tenggara, SMAN 2 Pati, Jawa Tengah, SMAN 4 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, SMAN 3 Medan, Sumatera Utara, SMAN 1 Depok, Sleman, DIY, dan SMAN 1 Jayapura, Papua.

Penilaian tersebut berdasarkan empat kriteria, yaitu penafsiran puisi, komposisi, keselarasan vokal, dan penampilan.

Pada kesempatan itu, Kepala Pusat Pembinaan, Gufran Ali Ibrahim menyerahkan penghargaan dan uang pembinaan kepada keenam penampil terbaik.

Ia mengucapkan selamat kepada para pemenang dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua peserta yang telah memajukan bahasa dan sastra melalui musikalisasi puisi yang ditampilkan.

Sementara itu, Embi C. Noer mengatakan bahwa musikalisasi puisi adalah satu kerja kreatif kesenian yang unsur utamanya adalah 'sastra puisi' dan 'musik'.

Ia melanjutkan bahwa pada sebuah karya puisi sesungguhnya sudah terkandung kekuatan musikalitas. Dalam musikalisasi puisi, sebuah puisi digali keindahan musikalitasnya yang ditimbulkan dari kata per kata, baris per baris, bait per bait, yang dapat dirasakan saat puisi dibaca. Setelah sebuah puisi dapat dikenali dan dirasakan musikalitasnya, selanjutnya dikembangkan keindahan cara membacanya sampai menjadi sebuah nyanyian. Puisi yang sudah dapat dinyanyikan kemudian dikembangkan dengan menambahkan berbagai variasi pada cara menyanyikan; solo, duet, trio, dan seterusnya. Berbagai instrumen musik juga dapat ditambahkan sebagai pengiring untuk memperkuat nyanyian puisi yang dibawakan. (an)