Balai Bahasa Riau Kenalkan Sastra pada Siswa SMA


11/06/2017 | Kegiatan

Balai Bahasa Riau Kenalkan Sastra pada Siswa SMA

Pekanbaru, Balai Bahasa—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyadari pentingnya pembelajaran sastra di sekolah. Untuk itu, siswa perlu dikenalkan lebih banyak tentang karya sastra. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang SMA, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kairul Anwar saat membuka acara Sastranesia yang diikuti seratus lima puluh orang siswa SMA 1 Pekanbaru di Aula SMA 1 Pekanbaru, Riau, Jumat (3/11).

Khairul menambahkan bahwa upaya tersebut juga terkait dengan program pemerintah tentang menggiatkan literasi di sekolah. Pemprov Riau sangat mendukung kegiatan Sastranesia yang diadakan oleh Balai Bahasa Riau, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan SMA Negeri 1 Pekanbaru.

“Ini perlu terus dilakukan dan tidak berhenti sampai di sini, kalau perlu kegiatan serupa juga diadakan di sekolah-sekolah lain di Riau. Dengan demikian, siswa makin terbiasa membaca dan menulis,”tegas Khairil mengakhiri sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Bahasa Riau, Umar Solikhan mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu (3—6 November 2017) mengangkat tema “Melalui Sastranesia Kita Tingkatkan Literasi Anak Bangsa”.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan literasi di sekolah,”kata Umar dalam sambutannya.

Kegiatan Sastranesia di SMA 1 Pekanbaru merupakan kegiatan lanjutan setelah sebelumnya dilakukan di lima sekolah di Pekanbaru. “Jadi, selama ini Sastranesia hanya melibatkan murid SD. Kali ini, kita coba menyentuh siswa SMA. Kegiatan yang pertama yaitu memperkenalkan tentang sastra, bahasa dan aktivitas Duta Bahasa Riau kepada siswa. Setelah itu, mereka diberi suguhan film yang berjudul Namaku Siti. Selanjutnya, siswa diminta menulis apa yang mereka lihat dalam bentuk resensi film,”ungkap Umar menutup sambutannya.

Sementara itu, Kepala SMA 1 Pekanbaru, Wan Roswita menyambut baik dan merasa bangga dengan dipilihnya SMA 1 Pekanbaru sebagai tempat kegiatan Sastranesia. “Saya berpikir kalau kegiatan seperti ini tidak kalah penting dengan kegiatan pembelajaran formal di sekolah. Siswa perlu dibekali keterampilan lain, seperti menulis dan membiasakan mereka dengan dunia literasi. Mudah-mudahan akan memberikan dampak berarti untuk siswa,”tutur Wan penuh harap.

Kegiatan penulisan resensi film dibagi ke dalam delapan kelompok, yang terdiri dari siswa kelas 10, 11, dan 12. Selanjutnya, hasil kerja siswa berupa resensi film tersebut akan dinilai oleh dewan juri dari Balai Bahasa Riau. Sebanyak 40 tulisan terbaik siswa akan dijadikan sebagai pemenang.

“Ada 40 pemenang yang akan diberikan hadiah berupa sertifikat, uang pembinaan, dan piala. Pengumuman pemenang dilakukan di lapangan terbuka, di hadapan seluruh siswa SMA 1 Pekanbaru saat mereka melakukan upacara. Sehingga kegiatan ini diharapkan mampu menggugah siswa lain untuk lebih menggiatkan literasi di sekolah. Setelah acara pengumuman, peserta akan dikumpulkan lagi ke dalam ruangan untuk memperoleh materi sebagai bentuk evaluasi,”ungkap Sarmianti, salah seorang panitia acara, Senin (6/11).

Yulitafitriana, panitia lainnya mengungkapkan bahwa tulisan siswa akan dilihat dari segi bahasa, isi, dan teknik penyajian. Panitia sengaja memilih film yang memberi pembelajaran kepada siswa dan yang terpenting bebas dari unsur percintaan. 

“Resensi film sedikit berbeda dengan resensi buku. Pada resensi film kita dituntut menuliskan peran sutradara, tokoh, jalan cerita, dan latar. Selain itu, di film kita bisa saja menuliskan seperti apa pencahayaan, tata musik, dan hal lain yang membuat orang lain tergugah menonton film tersebut berdasarkan resensi yang kita tuliskan,”tutur Yulitafitriana, Senin (6/11). (Irwanto/Balai Bahasa Riau/an)