Karena Sikap Positif Masyarakat Menurun, Badan Bahasa Lakukan Penyegaran Berbahasa


11/29/2017 | Kegiatan

Karena Sikap Positif Masyarakat Menurun, Badan Bahasa Lakukan Penyegaran Berbahasa

Jakarta-- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mengadakan kegiatan penyegaran keterampilan berbahasa Indonesia bagi kepala tata usaha lembaga pendidikan di aula Gedung Samudra, Badan Bahasa, Rawamangun. Kegiatan ini merupakan kelanjutan program pemantauan penggunaan bahasa Indonesia di lembaga pendidikan yang hasilnya diolah dan ditindaklanjuti dalam bentuk penyegaran keterampilan  berbahasa. Sebelumnya, kegiatan ini dilakukan bagi kepala sekolah. Demikian disampaikan oleh Mustakim selaku ketua pelaksana pada Selasa, 28 November 2017.

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan program pemantauan penggunaan bahasa Indonesia di lembaga pendidikan. Sebelumnya kegiatan ini diperuntukkan bagi kepala sekolah dan selanjutnya yang menjadi peserta adalah kepala tata usaha. Dengan disampaikannya penyegaran berbahasa ini kepada kepala sekolah dan kepala tata usaha diharapkan mereka dapat menanamkan keterampilan berbahasa Indonesia yang baik di lingkungan sekolah”,  ujarnya.

Lebih lanjut, Mustakim mengutarakan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh penurunan sikap positif masyarakat Indonesia terhadap bahasa Indonesia yang salah satunya terlihat dari kebanggaan masyarakat Indonesia menggunakan istilah-istilah asing. Selain itu, upaya penyegaran ini harus dilakukan secara rutin, terutama pada elemen sekolah karena sekolah menjadi faktor penting dalam pembelajaran bahasa. Dalam kegiatan ini  kepala tata usaha merupakan unsur penting untuk mendapatkan penyegaran keterampilan berbahasa. Kepala tata usaha adalah penuntun pelaksanaan tugas administrasi surat menyurat dan pelaporan di lingkungan sekolah.

“Kita melihat sikap positif masyarakat telah menurun terhadap bahasa Indonesia sehingga perlu diadakan kegiatan semacam ini, khususnya bagi elemen sekolah”, tambahnya.

Kegiatan yang diikuti oleh kepala tata usaha  sekolah se-DKI Jakarta ini dibuka langsung oleh Kepala Pusat Pembinaan, Gufran Ali Ibrahim, yang dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menambah pengetahuan kepala tata usaha tentang masalah kebahasaan, terciptanya sikap positif terhadap bahasa Indonesia, bertambahnya kemampuan berbahasa Indonesia yang cermat, apik, dan santun, serta terciptanya dukungan dalam sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia yang baik di lingkungan masyarakat.

“Kita berharap melalui kegiatan ini  tercipta sikap positif terhadap bahasa Indonesia dengan mengedepankan bahasa Indonesia yang cermat, apik, dan santun di lingkungan sekolah”, ujarnya.

Lebih lanjut, Gufran menyinggung soal pengutamaan bahasa Indonesia di ruang publik yang tidak bermaksud untuk menimbulkan permusuhan terhadap bahasa asing. Itu semua adalah wujud untuk menghormati dan memartabatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Gufran menjelaskan bahwa hal itu dapat dilakukan dengan cara mengajarkan membaca, menulis, mendengar, dan berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik kepada anak sejak dini.

“Pengutamaan bahasa Indonesia bukan bermaksud untuk menimbulkan permusuhan terhahap bahasa asing, tetapi itu semua adalah cara kita untuk memartabatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan”, imbuhnya.

Kegiatan penyegaran keterampilan berbahasa Indonesia ini menghadirkan empat narasumber, yakni Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, M.S. yang membahas pembinaan bahasa Indonesia bagi kepala tata usaha, Drs. Mustakim, M.Hum. yang menyampaikan bahasa Indonesia yang baik dan benar, Dra. Meity Taqdir Q., M.Hum. yang menyampaikan materi penggunaan bahasa Indonesia dalam surat dinas, dan Drs. Suladi, M.Pd. yang menyampaikan materi penggunaan bahasa Indonesia dalam laporan di lingkungan sekolah.

Dedi Supriyadi, salah satu peserta yang berasal dari SMPN 159 Jakarta Barat,  mengungkapkan kegembiraannya saat mengikuti kegiatan ini. Hal itu ditandai dengan keaktifan Dedi bertanya dan mengeluarkan pendapat saat diskusi berlangsung. Selain itu, Dedi juga menyebutkan kegiatan ini sangat bagus untuk diikuti oleh kepala tata usaha karena selain memberikan informasi yang sangat menarik juga menambah wawasan kebahasaan.

“Saya sangat senang mengikuti acara ini, apalagi ini adalah kegiatan yang pertama kali saya ikuti setelah tiga tahun bekerja. Saya sangat berterima kasih bisa menjadi bagian dari kegiatan ini karena sesuai dengan informasi sebelumnya bahwa peserta kegiatan ini sangat terbatas, alhamdulillah”, ujar lelaki yang berprofesi sebagai kepala kesatuan pelaksana ini.

Lebih lanjut Dedi mengutarakan bahwa ia akan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dan berharap ke depan kegiatan ini bisa berlangsung lebih lama, tidak dilaksanakan dalam waktu satu hari saja.

“Saya berharap kegiatan tidak dilaksanakan dalam waktu satu hari karena materinya sangat menarik, tetapi narasumber menyampaikan dengan tergesa-gesa. Alasannya keterbatasan waktu yang tersedia sehingga kami kurang puas”, ungkapnya sambil tersenyum. (Dv)