Di Taiwan Bahasa Indonesia Makin Disukai

Taichung, 20 Januari 2018.

Untuk pertama kalinya, Taiwan menyelenggarakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) secara nasional. Ujian ini dihadiri lebih dari lima puluh peserta ujian yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi. Tuan rumah penyelenggara kegiatan ini ialah Language Center kampus National Taichung University of Science & Technology (LC-NTUST) bekerja sama dengan Lembaga Bahasa Internasional FIB Universitas Indonesia. Kerja sama ini sudah dilakukan sejak tahun 2017 berupa pelatihan bagi calon pengajar bahasa Indonesia di LC-NTUST. Lembaga Bahasa Internasional FIB Universitas Indonesia mendatangkan pengajar yang sudah berpengalaman mengajarkan bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) ke kampus tersebut.

Semenjak Presiden Tsai Ing-wen menerapkan Kebijakan Arah Selatan (New Southbound Policy), bahasa Indonesia semakin populer di Taiwan. Kebijakan baru ini meliputi kerja sama di bidang ekonomi, pertukaran tenaga ahli, dan sumber daya alam untuk menciptakan suatu kawasan ekonomi.dengan negara-negara ASEAN, Asia Selatan, dan Australia.

Meskipun bahasa Indonesia sudah diajarkan di beberapa tempat, LC-NTUST tetap berinisiatif menjadi pioneer dalam penyelenggaraan UKBI secara nasional di Taiwan. Direktur LC-NTUST, Chun-Mei Cheng, berharap agar orang Taiwan semakin mengenal dan mau belajar bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa Asing penting bagi hubungan bisnis kedua Negara.

Di samping itu, Taiwan sendiri sedang giat-giatnya menarik minat pelajar dan mahasiswa asal Indonesia untuk studi di Taiwan dengan memberikan berbagai tawaran beasiswa. Dengan menguasai bahasa Indonesia, berbagai perguruan tinggi di Taiwan bisa menyampaikan profil kampus berbahasa Indonesia saat pameran di Indonesia. Taiwan juga sedang berupaya mendatangkan wisatawan asal Indonesia untuk belibur ataupun wisata medis (medical tourism) sehingga. membutuhkan profesional yang dapat menjadi pemandu wisata atau penerjemah di rumah sakit.

Pentingnya bahasa Indonesia juga dikemukakan oleh salah satu peserta ujian dari staf imigrasi Kota Taichung yang mengungkapkan bahwa bahasa Indonesia sangat penting bagi dirinya agar dapat berkomunikasi dengan orang Indonesia di kantor imigrasi. Data dari perwakilan Pemerintah Indonesia di Taiwan, KDEI Taipei, saat ini terdapat lebih dari dua ratus lima puluh ribu orang Indonesia yang bekerja di Taiwan dan lebih dari lima orang mahasiswa asal Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Taiwan.

Sementara itu, peserta ujian lain yang merupakan mahasiswa LC-NTUST mengungkapkan bahwa dia berkeinginan menguasai bahasa Indonesia untuk mendukung kariernya setelah tamat kuliah nanti. Hal ini dikarenakan tidak sedikit perusahaan Taiwan yang melakukan investasi di Indonesia. Ia juga berharap dapat ditugaskan ke Indonesia sebagai ekspatriat profesional dengan jabatan yang baik dan gaji yang baik pula. (fp/ns)

 

Penulis:
Flemming Panggabean, Ph.D. (Kandidat)
Mahasiswa National Chung Hsing University Taiwan
S
taf Pengajar Bahasa Indonesia
Language Center National Taichung University of Science & Technology

 

Artikel Terpopuler