Badan Bahasa Ajak Para Guru Ambil Peran dalam Meningkatkan Literasi Masyarakat

Jakarta, Selasa, 27 Februari 2018, Badan Bahasa mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Uji Coba Bahan Pengayaan PISA Membaca, yang bertempat di Aula Gedung Samudra, Badan Bahasa, Jakarta Timur. Acara dibuka oleh Kepala Badan Bahasa, Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum, dan Kepala Pusat Pembinaan Badan Bahasa, Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, M.S. Kedua petinggi Badan Bahasa itu juga memberikan paparan pencerahan kepada para peserta,  150 guru Bahasa Indonesia tingkat SMP dan SMA.

Programme for International Students Assessment (PISA) adalah  program yang digagas oleh The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Organisasi independen ini melakukan evaluasi berupa tes kuesioner pada beberapa negara. Program ini  ditujukan kepada siswa atau peserta didik usia lima belas tahun, kelas IX dan X. Evaluasi dilakukan setiap tiga tahun mulai tahun 2000. Materi yang dievaluasi, antara lain sains, membaca, dan matematika. Perlu kita ketahui bahwa nilai PISA Membaca di Indonesia terakhir, tahun 2016, baru mencapai 397. Padahal, nilai PISA di seluruh dunia seharusnya minimal 500. Oleh sebab itu, ke depan Badan Bahasa mengharapkan adanya peran serta para guru untuk meningkatkan nilai PISA pelajaran Membaca di Indonesia dengan cara meningkatkan literasi peserta didik tingkat SMP dan SMA.

Pada kesempatan ini Prof. Dadang  juga melakukan sosialiasi  program Badan Bahasa di bidang literasi, yakni Gerakan Literasi Nasional (GLN). GLN merupakan salah satu dari empat program pokok Kemendikbud yang telah dijalankan kurang lebih dua tahun belakangan ini. Gerakan literasi ini dimaksudkan untuk mengoordinasikan puluhan kegiatan literasi yang digelorakan  pada hampir semua unit utama di lingkungan Kemendikbud. Dalam hal ini, Badan Bahasa diberi kepercayaan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai koordinator GLN. Artinya,  Badan Bahasa ditunjuk sebagai    penanggung jawab seluruh pengelolaan kegiatan literasi yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat. Menurut Prof. Dadang, literasi bagaikan ilmu yang senaniasa mendampingi perjalanan kehidupan  kita. Dengan literasi yang kuat, masyarakat Indonesia tidak akan mudah terpecah-belah oleh pengaruh luarideologi sesat,  dan/atau berita bohong yang dapat memicu permusuhan antarsesama anak bangsa. Prof. Dadang juga mengimbau para guru untuk lebih menggiatkan literasi baca tulis kepada siswa. Salah satu di antaranya  adalah membuat program gerakan literasi di setiap sekolah.

Pada  masa yang akan datang, menurut Dadang dengan tingkat literasi yang tinggi kita akan mampu menciptakan masyarakat Indonesia yang cerdas dan berkarakter. “Orang Indonesia pada  masa depan harus mampu menguasai bahasa negara dengan baik, melestarikan bahasa daerah, menguasai bahasa asing, dan tingkat literasinya tinggi,” demikian pesan Prof. Dadang kepada para peserta sosialisasi. (rp/ns)

Artikel Terpopuler