Pendirian Tempat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia di Bangkok

Bangkok—Kepala Pusat Pembinaan, Prof. Dr. Gufran Ibrahim, M.S. melakukan audiensi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Mustari, M.Pd. di Kedutaan Besar Republik Indonesia pada tanggal 26—27 Juni 2018. Audiensi tersebut bertujuan untuk mempererat diplomasi antarkedua belah pihak melalui Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia. Selain melakukan audiensi dengan KBRI, dilakukan pula visitasi ke Sekolah Indonesia Bangkok untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana untuk pengujian dan pencanangan pendirian Tempat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (TUKBI). Sebelumnya, sekolah tersebut telah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) selama dua tahun. Oleh sebab itu, pihak KBRI menunjuk Sekolah Indonesia Bangkok menjadi TUKBI yang juga menjadi model bagi negara-negara ASEAN.

Beberapa pembahasan saat audiensi dengan Prof. Mustari, M.Pd., Atase Pendidikan dan Kebudayaan yaitu antara lain persiapan sarana dan prasarana untuk TUKBI dan penjajakan kerja sama dengan berbagai kemitraan seperti sekolah, perusahaan semen, dan perbankan Bangkok yang berada di Indonesia. Pihak Atdikbud merasa terbantu dengan adanya UKBI karena tingginya angka pariwisata Bangkok dibandingkan dengan negara lain serta adanya minat belajar orang untuk belajar bahasa Indonesia di Thailand seperti di Universitas Fathoni, Masjid Jawa, dan Thailand bagian utara. Duta besar RI di Bangkok juga menyambut dengan senang karena pihaknya sudah mempersiapkan tempat uji kemahiran di lingkungan kedutaan.

Sosialisasi tes UKBI dilakukan di Auditorium Ahmad Yani, KBRI lantai dua. Kegiatan dibuka secara resmi oleh  Prof. Mustari, M.Pd., dalam sambutannya, Mustari mengimbau kepada para peserta untuk tetap menjunjung tinggi bahasa Indonesia. Sementara itu,  Kepala Pusat Pembinaan, Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, M.S. memaparkan tentang Pemartabatan UKBI dalam kerangka Diplomasi dan Kebudayaan. Gufran juga mengajak para peserta untuk tetap mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Pengutamaan bahasa Indonesia perlu dilakukan seperti halnya di Thailand yang memiliki atmosfer pengutamaan bahasa nasionalnya di setiap media luar ruang yang ada di negara tersebut.

Para peserta sangat antusias untuk mengikuti tes UKBI.Peserta kegiatan terdiri atas mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Indonesia Thailand (PERMITHA), pengajar BIPA yang tergabung dalam Asosiasi Pengajar dan Pegiat BIPA (APPBIPA), dan mahasiswa asing yang belajar bahasa Indonesia di Thailand.

 

Foto Kegiatan:

Artikel Terpopuler