Lokakarya Kajian Kebijakan Teknis Literasi Nasional

Pusat Perngembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Badan Bahasa, mengadakan Lokakarya Kajian Kebijakan Teknis Literasi Nasional di Hotel Swiss-Belresidences, Duren Kalibata, Jakarta, pada 25—28 Agustus 2018. Kegiatan itu bertujuan untuk menyusun finalisasi kajian kebijakan teknis literasi dari seluruh provinsi di Indonesia. Acara tersebut juga merupakan kegiatan lanjutan dari pengambilan sampel tingkat literasi setiap daerah yang telah dilakukan PPSDK bersama balai/kantor di setiap provinsi di Indonesia. Sampel tersebut khusus siswa kelas sepuluh tingkat SMA di 34 provinsi di Indonesia.

“Bukan sekadar kuantitatif saja yang kita kejar, melainkan juga korelasi antara hasil kuantitatif nilai siswa dengan fasilitasi sarana dan prasarana sekolah itu sendiri serta  hubungannya dengan baca dan tulis. Apakah pojok bacanya, apakah perpustakaannya, apakah juga gurunya menganjurkan membaca sebelum pelajaran, dan sebagainya,” kata Kepala Bidang Pengembangan Strategi Kebahasaan, Joni Endardi, ketika ditemui di sela-sela berlangsungnya acara. 

Joni juga menambahkan bahwa diskusi yang telah dilakukan diharapkan dapat menghasilkan temuan berupa faktor yang mempengaruhi tingkat literasi di suatu daerah. Dengan mencermati faktor tersebut  diharapkan dapat dirumuskan perlakuan yang tepat untuk daerah-daerah yang dinilai masih tertinggal. Lebih lanjut, hasil yang berupa opsi perlakuan untuk meningkatkan kualitas literasi di berbagai daerah tersebut dapat dimanfaatkan oleh unit utama lain meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang tingkat literasinya masih tergolong rendah. (rp)

Artikel Terpopuler