Anugerah Sastra Voice of Indonesia Kembali Digelar

Radio Republik Indonesia (RRI) kembali mengadakan  gelar wicara dan pemberian anugerah Sastra VOI 2018 dengan tema “Guratan Pena: Menjayakan Bahasa dan  Sastra Indonesia”. Peristiwa kesatraan ini merupakan tahun kedelapan bagi RRI Voice of Indonesia dalam memberikan apresiasi kepada para penulis cerita pendek (cerpen) asal Indonesia di luar negeri, terutama bagi warga negara Indonesia yang tinggal dan bekerja di luar negeri. Gelar wicara  dan pemberian anugerah sastra ini digelar di Auditorium Yusuf Ronodipuro, Radio Republik Indonesia, Jakarta, 15 November 2018.

Cerita pendek yang disiarkan pada Program Guratan Pena selama tahun 2018 sebanyak  94 cerpen, kemudian terpilih 23 cerpen yang masuk ke tahap seleksi. Guratan Pena disiarkan setiap hari Sabtu pada pukul 13.05--14.00 WIB. Pada tahap seleksi dewan juri melakukan penilaian  berdasarkan ide dasar, latar, konflik, dan alur hingga menghasilkan tiga karya sastra terbaik  dari tiga penulis.

Dewan juri berasal dari kalangan pakar sastra, perguruan tinggi, dan lembaga yang relevan: Irwan Kelana (Redaktur Senior Harian Republika), Erlis Mujiningsih (Peneliti Badan Bahasa), dan Syarifudin Yunus (Universitas Indraprasta PGRI). Dewan juri menetapkan tiga orang pemenang Anugerah Sastra VOI 2018, yaitu  Ayundha Lestari (pekerja migran di Hongkong) dengan karya berjudul “Dunia Sean”, Arista Devy (pekerja migran di Hongkong) dengan cerpen yang bertajuik “Rahasia Suki dan Kesaksian Pembantu Pertama”, serta Jassy AE (pekerja migran di Taiwan) dengan karya berjudul “Pulang”.

Kegiatan rutinitas tahunan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni  Drs. Muh. Abdul Khak, M.Hum, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Abrory Djabbar, Wakil Ketua Yayasan PDS H.B. Jassin dan Pipit Senja, salah seorang pegiat sastra.

Dalam acara tersebut Abdul Khak mengaku bangga terhadap ketiga pemenang. Menurut Sekretaris Badan Bahasa ini, banyak yang bisa berkarya di tengah kesibukan pekerjaan lainnya.  Ia juga mengapresiasi kegiatan Voice of Indonesia yang sudah melahirkan sastrawan muda. Harapannya ke depan para pemenang yang sudah berprestasi ini dapat bekerja sama dengan Badan Bahasa, terutama dalam mengenalkan bahasa dan sastra Indonesia di luar negeri. (dv)

Artikel Terpopuler