Pembinaan Komunitas Baca di Sumatra Barat

Balai Bahasa Sumatra Barat melaksanakan kegiatan Pembinaan Komunitas Baca (PKB) di delapan kabupaten/kota yang ada di Sumatra Barat. Kedelapan daerah tersebut, yaitu Kabupaten Solok Selatan, Kota Sawahlunto, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, Kota Padang panjang, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Padang pariaman, dan Kabupaten Sijunjung.

Ketua pelaksana PKB di Kabupaten Solok Selatan, Joni Syahputra menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Balai Bahasa Sumatra Barat dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan di aula BPKD Kabupaten Solok Selatan tersebut diikuti oleh empat puluh orang peserta yang berasal dari unsure pegiat rumah baca /taman baca masyarakat (TBM) dan pustakawan sekolah se-Kabupaten Solok Selatan.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Sumatra Barat, Dwi Sutana dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi para pegiat rumah baca agar tetap semangat dalam berkegiatan serta meningkatkan minat baca masyarakat. Ia berharap dengan kegiatan ini akan muncul banyak pegiat rumah baca di Kabupaten Solok Selatan. Selain itu, Dwi juga menegaskan bahwa Balai Bahasa Sumatra Barat siap bekerjasama dengan seluruh pegiat rumah baca serta dinas terkait yang ada di wilayah Sumatra Barat dalam pengembangan kegiatan literasi.

Dwi Sutana juga menyatakan bahwa setelah kegiatan ini, Balai Bahasa Sumatra Barat akan melanjutkannya dengan kegiatan Gerakan Literasi Nasional di sepuluh wilayah kabupaten/kota yang ada di Sumatra Barat. “Dengan kegiatan-kegiatan ini, kami berharap rumah baca yang ada di Sumatra Barat akan semakin berkembang, minat baca masyarakat akan meningkat, dan semarak literasi akan kian bergema,” ujarnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok Selatan, Yalasri menyambut baik penyelenggaraan kegiatan PKB di daerahnya. Hal ini akan berdampak positif dalam peningkatan minat baca masyarakat. Menurutnya, selama ini taman baca yang sudah berdiri di tiap nagari (desa) belum bergerak secara maksimal. Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap para pegiat TBM terpicu semangatnya untuk melakukan berbagai terobosan yang inovatif dalam mengembangkan rumah baca.

Syuhendri, salah seorang narasumber kegiatan,menyatakan saat ini dibutuhkan sinergi yang lebih kuat antar sesame pegiat rumah baca yang ada di Sumatra Barat. “Kita harus saling bersinergi,  saling membantu, dan membuka jaringan yang lebih luas lagi,” ujarnya. Ia berharap, nantinya taman baca bias lebih bergairah lagi dengan menggelar terobosan-terobosan yang inovatif.

Syuhendri yang juga merupakan pendiri Rumah Baca Tanah Ombak tersebut juga menuturkan, banyak kegiatan yang bias dilaksanakan di rumah baca untuk merangsang minat baca masyakarat. “Kami di Tanah Ombak, rutin menggelar perpustakaan berjalan dan mendatangi ‘kantong-kantong baca’,” ujarnya. Menjawab pertanyaan para peserta tentang keterbatasan anggaran dalam mengelola rumah baca, Syuhendri menjelaskan bahwa untuk menggerakkan rumah baca tidak harus menunggu bantuan dari pemerintah, tetapi juga bias dengan melibatkan perusahaan-perusaahan yang ada di daerah dengan memanfaatkan dan tanggung jawab social perusahaan. (Joni Syahputra)

 

Artikel Terpopuler