Identifikasi dan Verifikasi Kosakata Bahasa Mentawai

Tim Kosakata Balai Bahasa Sumatra Barat (BBSB) bersama tim Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan identifikasi dan verifikasi kosakata bahasa Mentawai pada 9—14 April di Pulau Siberut, Kabupaten Mentawai. Identifikasi dan verifikasi kosakata bahasa Mentawai kali ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya di Pulau Sipora pada 11—16 Februari 2019.

Tim berjumlah 6 orang yang terdiri atas 4 orang dari BBSB dan 2 orang dari Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan tersebut melaksanakan identifikasi dan verifikasi kosakata bahasa Mentawai di Kecamatan Siberut Utara dan Siberut Selatan. Kegiatan di Kecamatan Siberut Selatan dilaksanakan di empat lokasi, yakni Muntei, Puro, Muara Siberut, dan Maileppet.

Ketua Tim Kosakata BBSB, Diana menyampaikan bahwa identifikasi dan verifikasi kosakata bahasa Mentawai dilakukan untuk mencari kosakata bahasa Mentawai yang berpotensi untuk memperkaya bahasa Indonesia, terutama kosakata yang belum memiliki konsep dalam bahasa Indonesia. “Kali ini tim mengumpulkan 1.000 kosakata, yang terdiri atas kosakata budaya, kuliner, maritim, pengobatan, serta adat. Kosakata yang didapat akan diverifikasi ulang sebelum diusulkan untuk dimasukkan ke dalam KBBI,” ujarnya.

Diana mengungkapkan bahwa tahun ini kegiatan identifikasi dan verifikasi kosakata difokuskan di Pulau Mentawai karena selama ini bahasa Mentawai belum tersentuh sama sekali. “BBSB sudah memiliki lima kamus bahasa Minangkabau, sedangkan untuk bahasa Mentawai belum ada sama sekali. Hasil identifikasi dan verifikasi kosakata bahasa Mentawai ini nantinya juga akan disusun dalam bentuk kamus bahasa Mentawai,” ujarnya.

Selama kegiatan identifikasi dan verifikasi kosakata bahasa Mentawai, tim harus didampingi penerjemah karena kendala informan yang tidak bisa berbahasa Indonesia dan tidak mengerti bahasa Indonesia sama sekali. “Selain itu, kesulitan medan dan transportasi di Mentawai juga menjadi kendala tersendiri. Transportasi di Pulau Mentawai hanya menggunakan kapal dan biayanya sangat besar,” ujarnya lagi.

Pulau Mentawai saat ini menjadi pusat perhatian dunia karena berada di atas lempeng Indo-Australia yang setiap saat berpotensi gempa bumi. Bahkan, akhir-akhir ini para ahli geologi memprediksi akan terjadi gempa Megathrust yang bisa menyebabkan tsunami yang sangat besar di kabupaten yang dihuni sekitar 86.000 jiwa tersebut. (Joni Syahputra)

Artikel Terpopuler