Gelar Halalbihalal, Mendikbud: Menjadi Muhsinin dengan Saling Memaafkan

Keluarga Besar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar acara halalbihalal di Plaza Insan Berprestasi, Kompleks Kemendikbud, Jakarta, Selasa 11 Juni 2019. Kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan yang diadakan setelah perayaan Idulitri 1440 H/2019. Acara ini dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Dalam sambutannya,  Mendikbud mengutip satu ayat Alquran Surat Ali Imran ayat 134 yang artinya,

“orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan." 

Ayat tersebut, kata Mendikbud, relevan dengan suasana Idulfitri bahwa kita semua harus saling memaafkan dengan ikhlas sehingga kita bisa menjadi bagian dari hamba yang dicintai Allah. Tidak hanya itu, kita juga harus bersikap mudah memaafkan, gemar bersedekah,  serta mampu mengendalikan amarah sebagai  capaian setelah Idulfitri yang didasari oleh ayat tersebut.
Pada kesempatan itu,  menurut Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, sejarah halalbihalal di Indonesia bermula dari masyarakat Jawa, yakni pada masa Raja Mangkunegara I. Ia memiliki kebiasaan, setelah Lebaran usai,  bertemu dengan  masyarakat untuk mempererat silaturahmi, yang kemudian menjadi bagian dari kebudayaan yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Hilmar menambahkan bahwa Indonesia sangat kaya dengan budaya, tetapi   masih ada yang mempertanyakan kebiasaan   halalbihalal ini.  Menurut Hilmar, pelaksanaan pertemuan silaturahmi ini dapat memperkaya kehidupan beragama.
Kegiatan ini menghadirkan Grup Nasyid Snada yang termasyhur pada era 90-an, dan juga mengundang Fakhri Bagus Pratama, pemain biola terbaik Indonesia yang telah keliling dunia dan alunan biolanya mampu  memukau jiwa penikmatnya. Pada  kesempatan yang mengasyikkan  itu   Mendikbud turut bernyanyi bersama yang disambut hangat dengan tepuk tangan meriah oleh hadirin. (DV)

Selingan

Daftar Selingan

  • zoonosis = zoonosis
  • work from office = kerja dari kantor (KDK)

  • work from home = kerja dari rumah (KDR)

  • ventilator = ventilator

  • tracing = penelusuran; pelacakan

  • throat swab test = tes usap tenggorokan

  • thermo gun = pistol termometer

  • swab test = uji usap

  • survivor = penyintas

  • specimen = spesimen; contoh

  • social restriction = pembatasan sosial

  • social media distancing = penjarakan media sosial

  • social distancing = penjarakan sosial; jarak sosial

  • self-quarantine = swakarantina; karantina mandiri

  • self isolation = isolasi mandiri

  • screening = penyaringan

  • respirator = respirator

  • rapid test = uji cepat

  • rapid strep tes =t uji strep cepat

  • protocol = protokol

  • physical distancing = penjarakan fisik

  • pandemic = pandemi

  • new normal = kenormalan baru

  • massive test = tes serentak

  • mask = masker

  • lockdown = karantina wilayah

  • local transmission = penularan lokal

  • isolation = isolasi

  • incubation = inkubasi

  • imported case = kasus impor