Puncak Semarak Bulan Bahasa dan Sastra NTB 2019

Mataram—Dalam rangka menyemarakkan Bulan Bahasa dan Sastra 2019, Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Puncak Semarak Bulan Bahasa dan Sastra di Hotel Grand Madani, Mataram, pada Kamis (17-10-2019).

Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kemendikbud, Dadang Sunendar yang menghadiri acara itu mengatakan bahwa bahasa sebagai salah satu simbol negara harus hadir di ruang publik karena bahasa merupakan jati diri bangsa. Untuk itu, adanya Bulan Bahasa dan Sastra merupakan salah satu upaya untuk memperteguh semangat menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia sebagaimana tertuang dalam Sumpah Pemuda 1928.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Manggaukang Raba menyambut baik kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra di NTB karena generasi muda saat ini perlu ditanamkan kembali semangat nasionalismenya, khususnya melalui bahasa dan sastra.

Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa NTB, Umi Kulsum mengatakan bahwa untuk menyambut Bulan Bahasa dan Sastra 2019, kantornya mengadakan beberapa kegiatan di antaranya promosi Bulan Bahasa dan Sastra pada Hari Tanpa Kendaraan, Lomba Vlog, Lomba Menarasikan Gambar, Lomba Mendongeng, Lomba Pidato Berbahasa Daerah, dan Lomba Bercerita Siswa Asing dalam Bahasa Indonesia.

Rangkaian Lomba

Pada Selasa (8-10-2019) diadakan Lomba Bercerita dalam Bahasa Indonesia untuk Siswa BIPA di Aula Cilinaya Kantor Bahasa NTB. Lomba itu merupakan wujud fasilitasi dan pembinaan jejaring BIPA di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Target peserta kegiatan adalah 35 orang siswa. Peserta berasal dari empat sekolah BIPA yang memiliki jenjang pendidikan SD dan SMP. Latar belakang peserta cukup beragam, yaitu berasal dari Australia, Inggris, Thailand, Spanyol, dan Kanada.

Pada Rabu (9-10-2019), Kantor Bahasa NTB mengadakan Lomba Mendongeng Tingkat Sekolah Dasar se-Pulau Lombok. Kegiatan itu diikuti oleh berbagai perwakilan sekolah dasar yang tersebar di Pulau Lombok, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta. Pemenang lomba itu adalah perwakilan dari SDIT Anak Sholeh I.

Pada Kamis (10-10-2019) diadakan Lomba Pidato Bahasa Daerah untuk Siswa SMA/Sederajat se-Provinsi NTB dengan tema Bahasa dan Budaya dalam Kepariwisataan. Lomba itu diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari SMA, SMK, dan MA, baik yang ada di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa (Sumbawa dan Bima). Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari puluhan peserta yang mendaftar secara langsung maupun daring. Pemenang pertama adalah Iid Three Nosya M. (SMKN 2 Mataram), pemenang kedua Yuliana (SMKN 1 Buer), pemenang ketiga Putu Julia Indah Sari (SMKN 2 Mataram), pemenang keempat Hasis Pansuri (SMK Pariwisata As-Saikhu Benyer), dan pemenang kelima Ahmad Khairuzaini (MAN 2 Kota Bima).

Selanjutnya, pada Kamis (17-10-2019) diadakan Lomba Bercerita dalam Bahasa Indonesia untuk Siswa BIPA. Kemudian, pada hari yang sama diadakan Lomba Menarasikan Gambar yang diikuti 100 siswa SMP/Sederajat di wilayah Provinsi NTB. Dewan juri yang beranggotakan Dr. Johan Mahyudi, Hartanto, S.S., dan Lalu Erwan Husnan, M.Pd. menetapkan pemenang lomba itu adalah Eka Ratih Sathya Dhamaya (SMPN 1 Narmada) sebagai pemenang I, Aulia Nur Balqis (SMPN 17 Mataram) sebagai pemenang II, Sophia Ananda (MTsN 1 Mataram) sebagai pemenang III, I Gusti Agung Ayu Prisilia (SMPN 15 Mataram) sebagai pemenang harapan I, dan Zara Meilia Wahyuno (SMPN 13 Mataram) sebagai pemenang harapan II. (an)

Selingan

Daftar Selingan

  • zoonosis = zoonosis
  • work from office = kerja dari kantor (KDK)

  • work from home = kerja dari rumah (KDR)

  • ventilator = ventilator

  • tracing = penelusuran; pelacakan

  • throat swab test = tes usap tenggorokan

  • thermo gun = pistol termometer

  • swab test = uji usap

  • survivor = penyintas

  • specimen = spesimen; contoh

  • social restriction = pembatasan sosial

  • social media distancing = penjarakan media sosial

  • social distancing = penjarakan sosial; jarak sosial

  • self-quarantine = swakarantina; karantina mandiri

  • self isolation = isolasi mandiri

  • screening = penyaringan

  • respirator = respirator

  • rapid test = uji cepat

  • rapid strep tes =t uji strep cepat

  • protocol = protokol

  • physical distancing = penjarakan fisik

  • pandemic = pandemi

  • new normal = kenormalan baru

  • massive test = tes serentak

  • mask = masker

  • lockdown = karantina wilayah

  • local transmission = penularan lokal

  • isolation = isolasi

  • incubation = inkubasi

  • imported case = kasus impor