Balai Bahasa Sumatra Barat Suluh 1.200 Tenaga Profesional

Balai Bahasa Sumatra Barat melaksanakan Penyuluhan Kemahiran Berbahasa  Indonesia bagi Tenaga Profesional dan Calon Tenaga Profesional di 15 daerah dengan melibatkan 1.200 orang peserta. Kegiatan tersebut berlangsung semenjak September silam dan berakhir pada awal Desember ini.

Kepala Balai Bahasa Sumatra Barat, Drs. Dwi Sutana, M.Hum., menyebutkan bahwa kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan di 15 kabupaten/kota yang ada di Sumatra Barat dan diikuti oleh sebanyak 80 orang peserta di tiap-tiap daerah.

Menurut Dwi, peserta penyuluhan ini berasal dari kalangan profesional, seperti guru-guru nonbahasa Indonesia serta pegawai di instansi pemerintahan. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut Balai Bahasa Sumbar menggandeng dinas pendidikan di daerah untuk bekerja sama.

“Bagi peserta dari kalangan guru, penyuluhan ini sangat penting untuk menunjang aktivitas belajar mengajar sehari-hari. Sementara itu, bagi peserta dari pegawai intansi pemerintah, pengetahuan kebahasaan ini sangat berguna, terutama untuk menunjang aktivitas mengonsep surat dan menyusun laporan,” terang Dwi.

Berdasarkan pengamatan Dwi selama pelaksanaan kegiatan, baik para peserta maupun pihak dinas pendidikan di daerah, sebagai pihak yang bekerja sama dengan Balai Bahasa Sumatra Barat dalam melaksanakan penyuluhan ini, menyambut antusias kegiatan di daerah mereka. Dwi berujar, “Mereka sangat menyambut baik kegiatan yang kita lakukan karena manfaat yang mereka rasakan. Mereka berharap, kegiatan tersebut dapat dilangsungkan setiap tahun di daerah mereka.”

Senada dengan Dwi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Drs. H.A.H. Agustion, saat membuka acara penyuluhan di Kota Payakumbuh pertengahan November silam, menyatakan bahwa pihaknya sangat berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahun. “Dalam kegiatan ini guru-guru banyak dilibatkan karena mereka sangat memerlukan wawasan kebahasaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Balai Bahasa Sumbar, Herlinda, M.Hum., menyatakan bahwa dalam penyuluhan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut, peserta diberikan materi ejaan, bentuk dan pilihan kata, serta penyusunan kalimat. “Kami berharap bahwa penyuluhan semacam ini dapat memunculkan kesadaran-kesadaran dalam berbahasa, terutama dalam hal pengutamaan bahasa Indonesia,” ujarnya. (Joni Syahputra)

Selingan

Daftar Selingan

  • zoonosis = zoonosis
  • work from office = kerja dari kantor (KDK)

  • work from home = kerja dari rumah (KDR)

  • ventilator = ventilator

  • tracing = penelusuran; pelacakan

  • throat swab test = tes usap tenggorokan

  • thermo gun = pistol termometer

  • swab test = uji usap

  • survivor = penyintas

  • specimen = spesimen; contoh

  • social restriction = pembatasan sosial

  • social media distancing = penjarakan media sosial

  • social distancing = penjarakan sosial; jarak sosial

  • self-quarantine = swakarantina; karantina mandiri

  • self isolation = isolasi mandiri

  • screening = penyaringan

  • respirator = respirator

  • rapid test = uji cepat

  • rapid strep tes =t uji strep cepat

  • protocol = protokol

  • physical distancing = penjarakan fisik

  • pandemic = pandemi

  • new normal = kenormalan baru

  • massive test = tes serentak

  • mask = masker

  • lockdown = karantina wilayah

  • local transmission = penularan lokal

  • isolation = isolasi

  • incubation = inkubasi

  • imported case = kasus impor