Mendikbud Lantik Kepala Badan Bahasa yang Baru

Jakarta—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim melantik Prof. Endang Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. sebagai Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, pada Jumat, 8 Mei 2020. Pelantikan tersebut dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi konferensi video dan disiarkan secara langsung melalui akun resmi YouTube Kemendikbud.

Dalam sambutannya, Mendikbud mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia harus mengikuti perkembangan zaman dan tentunya memperhatikan pelaku pendidikan itu sendiri, yaitu manusianya. “Insan-insan pendidikan seharusnya menjadi subjek bukan objek. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bertanggung jawab atas kebijakan-kebijakan di bidang pendidikan dan kebudayaan harus memberikan kebebasan kepada insan pendidikan dan insan budaya untuk berkreasi, berinovasi, dan berpartisipasi aktif memajukan pendidikan dan kebudayaan,”tutur Mendikbud.

Lebih lanjut, Mendikbud berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik agar keadaan tersebut menjadi tantangan dan motivasi kuat untuk mewujudkan “Merdeka Belajar” sehingga berjalan secara efektif dalam sistem pendidikan di Indonesia.

“Oleh karena itu, Saudara segera melakukan koordinasi internal dan penyesuaian tugas dengan situasi terkini. Tetap semangat untuk bekerja, semakin kreatif dan inovatif demi menjawab persoalan dan tantangan yang telah menghadang di depan mata, khususnya dalam mewujudkan pelaksanaan Merdeka Belajar,”ujar Mendikbud.

Prof. Endang Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. adalah Guru Besar Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Latar belakang keilmuannya adalah pendidikan bahasa Inggris. Jenjang pendidikan tingginya diawali dari D-2 hingga S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, 1986—1991, di IKIP Bandung. Kemudian, 1994—2000, ia melanjutkan program S-2 dan S-3 bidang linguistik di Universitas Monash, Australia. Ranah ilmu keahliannya adalah pragmatik, sosiolinguistik, dan filsafat bahasa.

Prof. Endang Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. menggantikan Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum., koleganya dari Universitas Pendidikan Indonesia, yang menjabat sebagai Kepala Badan Bahasa sejak 2015 yang lalu.

Pada kesempatan itu, Mendikbud juga melantik Sekretaris Jenderal, Dirjen Kebudayaan, Inspektur Jenderal, Kepala Balitbang dan Perbukuan, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Dirjen Pendidikan Vokasi, Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan, dan Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang, serta anggota Lembaga Sensor Film (LSF) periode 2020—2024. (an)

Daftar pejabat yang dilantik:

1. Prof. Ainun Na’im, Ph.D., Sekretaris Jenderal;

2. Hilmar Farid, Ph.D., Direktur Jenderal Kebudayaan;

3. Prof. Dr. H. Muchlis Rantoni Luddin, Inspektur Jenderal;

4. Totok Suprayitno, Ph.D., Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan;

5. Dr. Iwan Syahril, Ph.D., Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan;

6. Wikan Sakarinto, Ph.D., Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi;

7. Prof. H. Endang Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa; 

   8. Chatarina Muliana Girsang, M.H., Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan; dan

  9. Prof. Dr. Sri Mulyani, Ak., CA., Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang.

Selingan

Daftar Selingan

  • zoonosis = zoonosis
  • work from office = kerja dari kantor (KDK)

  • work from home = kerja dari rumah (KDR)

  • ventilator = ventilator

  • tracing = penelusuran; pelacakan

  • throat swab test = tes usap tenggorokan

  • thermo gun = pistol termometer

  • swab test = uji usap

  • survivor = penyintas

  • specimen = spesimen; contoh

  • social restriction = pembatasan sosial

  • social media distancing = penjarakan media sosial

  • social distancing = penjarakan sosial; jarak sosial

  • self-quarantine = swakarantina; karantina mandiri

  • self isolation = isolasi mandiri

  • screening = penyaringan

  • respirator = respirator

  • rapid test = uji cepat

  • rapid strep tes =t uji strep cepat

  • protocol = protokol

  • physical distancing = penjarakan fisik

  • pandemic = pandemi

  • new normal = kenormalan baru

  • massive test = tes serentak

  • mask = masker

  • lockdown = karantina wilayah

  • local transmission = penularan lokal

  • isolation = isolasi

  • incubation = inkubasi

  • imported case = kasus impor