Spa yang kita kenal akhir-akhir ini merupakan tempat komersial yang diperuntukkan bagi kesehatan yang dilengkapi dengan fasilitas fitnes, kecantikan, penurunan berat badan, dan relaksasi dengan air sebagai media utama. Konsep spa sudah ada sejak zaman dahulu. Terdapat beberapa istilah yang merujuk pada spa di Romawi kuno, Cina, Jepang dan sebagainya. Konsep serupa juga terdapat di Nusantara. Beberapa suku bangsa di Nusantara sudah mengenal pula konsep spa. Masyarakat Banjar menyebutnya dengan timung dan masyarakat Sangir mengenalnya dengan bakera.

Secara etimologi, kata spa merupakan akronim dari bahasa Latin. Kepanjangannya adalah solus per aqua atau sante per aqua yang berarti ‘sehat melalui air’. Akan tetapi, ada juga yang menganggap bahwa kata tersebut berasal dari nama tempat yang memiliki sumber air mineral yang berguna bagi kesehatan, yaitu Spa di Belgia. Beberapa sumber menyebutnya dengan Spau.

Dengan merujuk pada etimologi dan ketersebarannya yang sudah lama dan luas di masyarakat, pemadanan istilah spa dalam bahasa Indonesia sebaiknya melalui proses penyerapan tanpa mengubah bentuk. Proses ini sama dengan penyerapan istilah ATM. ATM merupakan akronim dari authomatic teller machine yang dipadankan ke dalam bahasa Indonesia dengan bentuk yang sama menjadi anjungan tunai mandiri. Spa dipadankan dengan spa dalam bahasa Indonesia yang merupakan akronim dari sehat per air yang berarti ‘sehat menggunakan perantara air’. Padanan itu memiliki kedekatan bentuk dan makna dengan bentuk asalnya dalam bahasa Latin, yakni solus per aqua atau sante per aqua yang bermakna ‘sehat melalui air’. Bentuk per dalam padanan bahasa Indonesia merupakan partikel yang bermakna ‘memakai atau menggunakan’ seperti dalam kalimat, “Saya menghubunginya per telepon”.