Balai Bahasa Semarang Menggelar Seminar Hari Bahasa Ibu

Semarang — Dalam memperingati hari Bahasa Ibu Internasional,  Balai Bahasa Semarang mengadakan seminar  di Gedung Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Kamis, 29 Maret 2012. Tema yang diangkat dalam seminar itu adalah “Peran Bahasa Ibu dalam Pendidikan Karakter”. Seminar yang dihadiri oleh dosen, guru, mahasiswa, dan pemerhati bahasa dan sastra dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Drs. Sunarto, M.Pd., yang  mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutan pembukaan, Sunarto memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar sehari dan ia berharap agar kerja sama antara Kemdikbud (Badan  Bahasa) dan pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat lebih ditingkatkan.

Seminar yang berlangsung sehari menampilkan tiga pemakalah, yaitu Hari Mulyanto, S.Pd., M.Si. (“Peran Bahasa Ibu dalam Pendidikan Karakter”), Dr. Teguh Supriyanto, M.Hum. (“Pendekatan Humanisme: Ngeluri lan Ngrembakaken Basa Jawa”), dan Sutadi, S.Pd., M.Pd. (“Alternatif Pembelajaran Bahasa Jawa pada Masa Kini”).

Hari Mulyanto dalam makalahnya menekankan bahwa pihak yang berkepentingan dengan bahasa dan sastra Indonesia dan Jawa agar memantapkan komitmen dalam pemertahanan dan pelestarian bahasa.

Sementara itu, Teguh Supriyanto mengemukakan bahwa bahasa Jawa yang mempunyai tingkatan bahasa perlu terus dilestarikan sehingga membentuk karakter manusia yang santun dalam berperilaku. Sebagai pemakalah penutup, Sutadi menekankan bahwa dalam perkembangannya bahasa Jawa perlu dihubungkan dengan teknologi informasi yang semakin dinamis agar lebih diterima oleh generasi muda.

Saat diwawancara di akhir seminar, Ketua Panitia Seminar yang juga Kepala Balai Bahasa Semarang, Drs. Pardi, M.Hum, mengungkapkan bahwa seminar ini merupakan salah satu implementasi awal dari Nota Kesepahaman antara Kemdikbud (Badan Bahasa) dan Provinsi Jawa Tengah yang diharapkan dapat mendorong masyarakat dan lembaga pemerintah di Jawa Tengah turut menghargai dan melestarikan bahasa Jawa sebagai identitas lokal dan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional sehingga keutuhan bangsa ini dapat terus terjaga.(an/tri/lus)

Selingan

Daftar Selingan

  • zoonosis = zoonosis
  • work from office = kerja dari kantor (KDK)

  • work from home = kerja dari rumah (KDR)

  • ventilator = ventilator

  • tracing = penelusuran; pelacakan

  • throat swab test = tes usap tenggorokan

  • thermo gun = pistol termometer

  • swab test = uji usap

  • survivor = penyintas

  • specimen = spesimen; contoh

  • social restriction = pembatasan sosial

  • social media distancing = penjarakan media sosial

  • social distancing = penjarakan sosial; jarak sosial

  • self-quarantine = swakarantina; karantina mandiri

  • self isolation = isolasi mandiri

  • screening = penyaringan

  • respirator = respirator

  • rapid test = uji cepat

  • rapid strep tes =t uji strep cepat

  • protocol = protokol

  • physical distancing = penjarakan fisik

  • pandemic = pandemi

  • new normal = kenormalan baru

  • massive test = tes serentak

  • mask = masker

  • lockdown = karantina wilayah

  • local transmission = penularan lokal

  • isolation = isolasi

  • incubation = inkubasi

  • imported case = kasus impor