Dalam membuat kalimat, kita tidak hanya dihadapkan pada penyusunan struktur yang benar. Kita juga perlu memperhatikan kelogisan informasi yang ingin kita sampaikan itu agar tidak menimbulkan multiinterpretasi.
Ada sejumlah kasus kekurangcermatan dalam membuat kalimat. Salah satu contohnya adalah kalimat Nota kesepahaman pembangunan monorel Jakarta-Cina ditandatangani 9 Juli 2013. Jika dicermati strukturnya, kalimat tersebut tidak salah, yakni ada subjek (nota kesepahaman pembangunan monorel Jakarta-Cina), predikat (ditandatangani), dan keterangan (9 Juli 2013). Lalu, di mana letak kekurangcermatan kalimat itu?
Kalimat itu mengandung makna ganda yang menyebabkan kalimat tersebut bermakna ganda adalah unsur penjelas subjek (pembangunan monorel Jakarta-Cina). Dengan penjelas itu subjek kalimat dapat ditafsirkan bahwa nota kesepahaman itu berkaitan dengan pembangunan monorel Jakarta-Cina atau nota kesepahaman pembangunan monorel itu dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta dan Cina. Agar menjadi lebih cermat, kalimat itu dapat diperbaiki menjadi Nota kesepahaman Jakarta-Cina mengenai pembangunan monorel ditandatangani 9 Juli 2013.
Contoh lain kekurangcermatan berkalimat adalah Pesta pernikahan Adi yang kedua akan digelar di Taman Mini. Seturut dengan kasus sebelumnya, dalam kalimat ini yang menimbulkan makna ganda adalah keterangan subjek, yaitu yang kedua. Yang kedua itu pesta pernikahan Adi atau pernikahan Adi?
Jika yang kedua itu adalah pesta pernikahan Adi, kalimatnya dapat diperbaiki menjadi Pesta-kedua pernikahan Adi akan digelar di Taman Mini. Namun, jika yang dimaksud dengan yang kedua itu adalah pernikahan Adi, kalimatnya dapat diperbaiki menjadi Pesta pernikahan-Adi yang kedua akan digelar di Taman Mini.