Wakil Menteri Bidang Kebudayaan Membuka Forum Keberagaman Bahasa

Jakarta—Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch., Ph.D. membuka secara resmi Forum Keberagaman Bahasa Asia-Eropa (Language Diversity Forum Asia-Europe Meeting, ASEM), di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (4/9). Acara itu dihadiri delegasi 20 negara anggota ASEM, yakni Cina, Australia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam, Pakistan, Bulgaria, Perancis, Inggris, Belgia, Siprus, Finlandia, Jerman, Yunani, Polandia, Rumania, Indonesia, dan perwakilan UNESCO di Indonesia.

Dalam acara itu, Wiendu membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh. Menurutnya, penunjukan Indonesia sebagai penyelenggara Forum Keberagaman Bahasa ini sangat tepat karena jumlah seluruh bahasa di dunia sebanyak 7.000 bahasa, sepuluh persennya ada di Indonesia. Di samping itu, Forum Keberagaman Bahasa itu sangat tepat diselenggarakan karena dapat dimanfaatkan sebagai media untuk berbagi pengalaman, bertukar pikiran, menjaring masukan, dan merumuskan langkah-langkah dalam menangani masalah keberagaman bahasa, baik di Indonesia maupun di negara anggota lainnya, dan tidak tertutup kemungkinan dari forum ini dapat dihasilkan resolusi ataupun rekomendasi yang perlu segera ditindaklanjuti, baik secara sendiri-sendiri oleh setiap negara anggota maupun secara bersama-sama dalam bentuk kerja sama.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. Dr. Mahsun, M.S., mengatakan bahwa Forum itu merupakan ajang untuk bertukar pengalaman, pikiran, dan pengetahuan yang berkaitan dengan upaya pelestarian bahasa daerah yang beragam guna mengambil kebijakan dan mencari solusi yang terbaik atas berbagai masalah yang dihadapi.

Acara utama dalam forum itu adalah seminar yang menampilkan empat belas pemakalah. Tema yang diangkat adalah “Melestarikan dan Mempromosikan Keberagaman Bahasa di Asia dan Eropa Menuju Pengembangan yang Berkelanjutan”. (an/lus)

Selingan

Daftar Selingan

  • zoonosis = zoonosis
  • work from office = kerja dari kantor (KDK)

  • work from home = kerja dari rumah (KDR)

  • ventilator = ventilator

  • tracing = penelusuran; pelacakan

  • throat swab test = tes usap tenggorokan

  • thermo gun = pistol termometer

  • swab test = uji usap

  • survivor = penyintas

  • specimen = spesimen; contoh

  • social restriction = pembatasan sosial

  • social media distancing = penjarakan media sosial

  • social distancing = penjarakan sosial; jarak sosial

  • self-quarantine = swakarantina; karantina mandiri

  • self isolation = isolasi mandiri

  • screening = penyaringan

  • respirator = respirator

  • rapid test = uji cepat

  • rapid strep tes =t uji strep cepat

  • protocol = protokol

  • physical distancing = penjarakan fisik

  • pandemic = pandemi

  • new normal = kenormalan baru

  • massive test = tes serentak

  • mask = masker

  • lockdown = karantina wilayah

  • local transmission = penularan lokal

  • isolation = isolasi

  • incubation = inkubasi

  • imported case = kasus impor