Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)

Isi: 
PROFIL BIPA BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA

I. Latar Belakang

   Sejak diikrarkan sebagai bahasa nasional dalam Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, dan ditetapkan sebagai bahasa negara dalam Pasal 36 UUD 1945, bahasa Indonesia hingga saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan itu telah mengantarkan bahasa Indonesia sebagai lambang jati diri bangsa dan sebagai alat pemersatu berbagai suku bangsa yang berbeda-beda latar belakang sosial, budaya, agama, dan bahasa daerahnya. Di samping itu, bahasa Indonesia juga telah mampu mengemban fungsinya sebagai sarana komunikasi yang modern dalam penyelenggaraan pemerintahan, pendidikan, dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi dan seni.

   Seiring dengan kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa Indonesia di tengah era global sekarang ini, peran Indonesia dalam pergaulan antarbangsa juga telah menempatkan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa yang dipandang penting di dunia. Hal itu juga ditunjang oleh posisi Indonesia dalam percaturan dunia yang semakin hari semakin penting, terutama melalui peranannya, baik dalam turut serta menyelesaikan konflik-konflik politik di berbagai kawasan maupun karena posisi geografis Indonesia yang terletak dalam lintas laut yang sangat strategis. Kenyataan seperti itu telah menyebabkan banyak orang asing yang tertarik dan berminat untuk mempelajari bahasa Indonesia sebagai alat untuk mencapai berbagai tujuan, baik tujuan politik, perdagangan, seni-budaya, maupun wisata.

   Terkait dengan hal tersebut, bahasa Indonesia hingga saat ini telah diajarkan kepada orang asing di berbagai lembaga, baik di dalam maupun di luar negeri. Di dalam negeri saat ini tercatat tidak kurang dari 45 lembaga yang telah mengajarkan bahsa Indonesia bagi penutur asing (BIPA), baik di perguruan tinggi maupun di lembaga-lembaga kursus. Sementara itu, di luar negeri, Pengajaran BIPA telah dilakukan oleh sekitar 36 negara di dunia dengan jumlah lembaga tidak kurang dari 130 buah, yang terdiri atas perguruan tinggi, pusat-pusat kebudayaan asing, KBRI, dan lembaga-lembaga kursus.

   Selama ini Pengajaran BIPA di lembaga-lembaga tersebut, baik di dalam maupun di luar negeri, dikelola dan dikembangkan oleh lembaga masing-masing tanpa ada lembaga induk yang memayungi lembaga-lembaga pengajar BIPA tersebut. Atas dasar itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai lembaga pemerintah yang bertugas menangani masalah kebahasaan di Indonesia—merasa terpanggil dan bertanggung jawab untuk membina, mengembangkan, dan sekaligus memfasilitasi lembaga-lembaga tersebut agar masing-masing dapat hidup dan berkembang sesuai dengan karakteristiknya sendiri. Hal itu dimaksudkan agar pengajaran BIPA, baik di dalam maupun di luar negeri, terus tumbuh dan berkembang sehingga pada akhirnya bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa pergaulan antarbangsa.

II. Visi dan Misi

   Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyadari bahwa Pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing atau Pengajaran BIPA mempunyai peran yang amat penting dan strategis dalam memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional. Hal itu karena Pengajaran BIPA di samping merupakan media untuk menyebarluaskan bahasa Indonesia, juga merupakan media untuk menyampaikan berbagai informasi tentang Indonesia, termasuk memperkenalkan masyarakat dan budaya Indonesia. Dengan demikian, orang asing yang mempelajari bahasa Indonesia akan semakin memahami masyarakat dan budaya Indonesia secara lebih komprehensif. Pemahaman itu pada gilirannya dapat meningkatkan rasa saling pengertian dan saling menghargai sehingga makin meningkatkan pula persahabatan dan kerja sama antarbangsa.

   Sejalan dengan hal tersebut, dengan makin meningkatnya persahabatan dan kerja sama antarbangsa, pengajaran BIPA dapat pula berperan sebagai penunjang keberhasilan diplomasi budaya Indonesia di dunia internasional. Oleh karena itu, Pengajaran BIPA sebenarnya layak dipandang sebagai bagian dari strategi diplomasi kebudayaan. Strategi diplomasi budaya melalui pengajaran bahasa kepada penutur asing seperti itu sebenarnya juga telah diterapkan pula oleh beberapa negara lain, seperti Prancis, Inggris, Jerman, dan Jepang.

   Dalam konteks tersebut, program Pengajaran BIPA layak ditempatkan sebagai bagian dari suatu sistem penanganan masalah kebahasaan secara makro, baik dari dimensi dalam negeri maupun luar negeri.

   Berdasarkan hal tersebut, visi dan misi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam pengembangan BIPA dirumuskan sebagai berikut.

 a. Visi

   “Terlaksananya Pengajaran BIPA yang mampu meningkatkan citra Indonesia yang positif di dunia internasional dalam rangka menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa perhubungan luas pada tingkat antarbangsa”.

b. Misi

  1. Memperkenalkan masyarakat dan budaya Indonesia di dunia internasional dalam rangka meningkatkan citra Indonesia di luar negeri.
  2. Meningkatkan kerja sama yang lebih erat dan memperluas jaringan kerja dengan lembaga-lembaga penyelenggara pengajaran BIPA, baik di dalam maupun di luar negeri.
  3. Memberikan dukungan dan fasilitasi terhadap lembaga-lembaga penyelenggara pengajaran BIPA, baik di dalam maupun di luar negeri.
  4. Meningkatkan mutu pengajaran BIPA, baik di dalam maupun di luar negeri.
  5. Meningkatkan mutu sumber daya penyelenggara pengajaran BIPA di dalam dan di luar negeri.

III. Kewenangan

   Dalam penanganan program pengembangan BIPA, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa saat ini telah mendapat persetujuan dan dukungan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan DPR RI, bahkan BIPA juga menjadi salah satu program unggulan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

IV. Karakteristik

   Berbeda dengan lembaga penyelenggara program pengajaran BIPA lain—yang umumnya untuk kepentingan lembaga masing-masing—Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengelola dan mengembangkan BIPA untuk kepentingan bersama seluruh bangsa. Oleh karena itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berkeinginan agar seluruh lembaga penyelenggara pengajaran BIPA, baik di dalam maupun di luar negeri, maju dan berkembang demi terwujudnya bahasa Indonesia sebagai bahasa perhubungan antarbangsa.

   Terkait dengan hal tersebut, secara umum, program BIPA yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tidak hanya menangani masalah pengajaran bahasa, tetapi juga menangani penelitian ke-BIPA-an dan pengembangan bidang studi umum dalam bingkai kajian Indonesia (Indonesia studies).

   Secara khusus, BIPA Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa merupakan program yang menangani penyelenggaraan kegiatan ke-BIPA-an dalam bentuk perencanaan, pengelolaan, penelitian, pemantauan, pengembangan, dan pelayanan pengajaran BIPA.

V. Program

   Untuk mencapai visi dan misi sebagaiman yang telah disebutkan di atas, program BIPA Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dirancang dalam rencana kerja sebagai berikut.

a. Perumusan Kebijakan di Bidang Pengajaran BIPA

   Perumusan kebijakan di bidang pengajaran BIPA perlu dilakukan untuk memberikan arah dan strategi dalam penyelenggaraan pengajaran BIPA, baik di dalam maupun di luar negeri. Perumusan kebijakan itu menjadi penting, lebih-lebih dengan adanya sejumlah lembaga penyelenggara BIPA yang mengharapkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menjadi pusat pengembangan BIPA yang mampu menaungi lembaga-lembaga penyelenggara BIPA tersebut.

b. Peningkatan Kerja Sama

   Peningkatan kerja sama dengan lembaga-lembag penyelenggara BIPA dan organisasi profesi ke-BIPA-an perlu dilakukan untuk menunjang keberhasilan dalam penyelenggaraan dan peningkatan mutu pengajaran BIPA. Selain itu, kerja sama tersebut juga perlu dilakukan lembaga-lembaga lain yang terkait dengan penyelenggaraan pengajaran BIPA, seperti dengan Departemen Luar Negeri, Dirjen Imigrasi, dan KBRI/Perwakilan Indonesia di luar negeri.

c. Peningkatan Peran dalam Penyelenggaraan BIPA

   Sebagai lembaga pemerintah yang tugas pokok dan fungsinya menangani pembinaan dan pengembangan bahasa, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa selalu berupaya meningkatkan perannya dalam penyelenggaraan pengajaran BIPA, baik di dalam maupun di luar negeri. Peningkatan peran itu, antara lain, dilakukan melalui pemberian bantuan, fasilitasi, konsultasi, dan penyediaan bahan ajar.

d. Pengembangan Kurikulum

   Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga telah melakukan pengembangan kurikulum inti dalam pengajaran BIPA dan membantu pengembangan kurikulum di lembaga-lembaga penyelenggara pengajaran BIPA.

e. Pengembangan Bahan Ajar

   Bahan ajar merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pengajaran BIPA. Oleh karena itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah menyiapkan bahan ajar, baik bahan ajar utama maupun penunjang, dan telah mendistribusikan bahan-bahan ajar tersebut ke lembaga-lembaga penyelenggara pengajaran BIPA.

f. Pengembangan SDM

   Sumber daya manusia dalam penyelenggaraan pengajaran BIPA perlu terus menerus dikembangkan dalam upaya pengembangan pengajaran BIPA. Dalam kaitan itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa akan membantu pengembangan SDM tersebut melalui penyediaan tenaga pengajar dan peningkatan mutu sumber daya manusia penyelenggara dan pelaksana pengajaran BIPA.

g. Pengembangan Organisasi dan Manajemen

   Pengembangan organisasi dan manajemen dalam penyelenggaraan pengajaran BIPA merupakan hal yang tidak kalah penting dalam upaya pengembangan pengajaran BIPA. Oleh karena itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga berusaha membantu dan memfasilitasi upaya yang dilakukan dalam pengembangan organisasi dan manajemen penyelenggaraan pengajaran BIPA.

h. Pengembangan BIPA secara Dalam Jaringan (Online)

   Pusat Bahsa juga sedang merintis pengembangan BIPA secara online melalui laman (website), yang disebut BIPA Berbasis Jaringan. Program itu akan menyediakan sarana pembelajaran, bahan ajar, dan pengujian yang dapat diakses dari berbagai negara.

i. Penyediaan Laman

   Laman BIPA Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa selain dirancang untuk menyediakan sarana pembelajaran, bahan ajar, dan pengujian, juga dirancang sebagai pusat informasi dan komunikasi ke-BIPA-an serta sekaligus sebagai media informasi dan komunikasi bagi komunitas BIPA.

j. Penyedian Fasilitas dan Dukungan

   Penyediaan fasilitas dan dukungan ini dapat berupa (1) pemberian kemudahan dalam perizinan ke Indonesia, (2) penyediaan bahan-bahan ajar bahasa Indonesia dan bahan-bahan penunjang tentang kondisi sosial, politik, ekonomi, dan budaya Indonesia, serta informasi tentang kehidupan masyarakat Indonesia masa kini, (3) pertukaran pelajar, mahasiswa, dan pengajar, (4) pementasan seni budaya Indonesia di lembaga-lembaga penyelenggara pengajaran BIPA, dan (5) pemberian beasiswa kepada pelajar/mahasiswa asing yang akan belajar di Indonesia.

k. Pemberian Beasiswa dan Penghargaan

   Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa akan mengupayakan dan mendorong pihak-pihak lain yang terkait untuk memberikan beasiswa bagi pelajar asing yang mempelajari bahasa dan budaya Indonesia khususnya serta studi Indonesia pada umumnya. Hal itu perlu dilakukan untuk memotivasi dan menarik minat pelajar asing dalam mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. Di samping itu, secara berkala, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga akan memberikan penghargaan kepada lembaga penyelenggara pengajaran BIPA serta para pengajar dan perintis studi Indonesia di luar negeri.

l. Penyelenggaraan pertemuan BIPA

   Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah dan akan terus memberikan bantuan dan dukungan kepada berbagai pihak dalam penyelenggaraan pertemuan BIPA seperti seminar, konferensi, kongres, dan lokakarya, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

m. Peningkatan Peran Lembaga Terkait.

   Peran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan/atau kator perwakilan negara di luar negeri dalam penyelenggaraan pengajaran BIPA harus ditingkatkan. Untuk itu, kantor KBRI atau kantor perwakilan RI di negara yang belum ada penyelenggara pengajaran BIPA wajib menyelenggarakan kursus atau pengajaran bahasa Indonesia kepada penutur asing. Di samping itu, mereka juga perlu mendorong dan memfasilitasi lembaga atau perguruan tinggi di negara tempatnya bertugas agar menyelenggarakan pengajaran BIPA ataupun studi tentang Indonesia. Dengan demikian, akan tersedia tempat bagi masyarakan di negara tersebut yang ingin mempelajari bahasa Indonesia ataupun yang ingin mendalami kajian tentang Indonesia.

n. Pemberian Dukungan terhadap Pendirian Pusat Kebudayaan Indonesia di Luar Negeri

   Pendirian Pusat Kebudayaan Indonesia di luar negeri sebenarnya sudah cukup lama direncanakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (yang waktu itu bernama Departemen Kebudayaan dan Pariwisata) dan Kementerian Luar Negeri. Namun, hingga kini tampaknya baru satu yang terealisasi, yakni Pusat Kebudayaan Indonesia di KBRI Canberra, Australia. Rencana tersebut perlu diteruskan ke negara-negara yang lain. Dengan adanya pusat Kebudayaan Indonesia, berbagai aktivitas seni budaya Indonesia dapat dipusatkan di pusat kebudayaan tersebut.

o. Peningkatan Penelitian Ke-BIPA-an

   Untuk menunjang pengembangan kurikulum, bahan ajar, identifikasi kebutuhan pembelajar, dan pengembangan pengajaran BIPA, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga melakukan penelitian terhadap berbagai aspek ke-BIPA-an. Di samping itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga akan membantu dan mendukung pihak-pihak lain agar melakukan kegiatan penelitian serupa.

p. Penginventarisasian Seluruh Lembaga Penyelenggara BIPA

   Selama ini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah melakukan inventarisasi terhadap lembaga-lembag penyelenggara pengajaran BIPA, baik negeri maupun swasta, di dalam dan di luar negeri. Sampai saat ini telah tercatat tidak kurang dari 36 negara yang telah menyelenggarakan pengajaran BIPA, baik yang berupa perguruan tinggi, lembaga-lembaga kursus, maupun KBRI/Perwakilan RI di luar negeri. Dari jumlah itu telah tercatat tidak kurang 130 lembaga penyelenggara pengajaran BIPA. Lembaga-lembaga itu tentu sangat potensial untuk membantu mempromosikan Indonesia di luar negeri sehingga sangat layak untuk diperhatikan dan diberi bantuan sebagaimana mestinya.

VI. Pelayanan

   Ada berbagai jenis pelayanan yang diberikan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam pengembangan BIPA. Pelayanan yang dimaksud, antara lain, sebagai berikut.

  1.     Pelayanan pengajaran BIPA;
  2.     Pelayanan informasi ke-BIPA-an;
  3.     Pelayanan informasi kebahasaan;
  4.     Pelayanan pengujian bahasa (UKBI).

   Terkait dengan pelayanan pengajaran BIPA, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melayani pengajaran BIPA, baik untuk kelas khusus maupun kelas reguler.

TIM BIPA
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdiknas
Jalan Daksinapati Barat IV
Rawamangun, Jakarta, Indonesia
(+6221) 4896558, 4706288 Pesawat 157
Faksimile (+6221) 4750407
Laman: http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/bipa/
Pos-el (e-mail): bipa_pb@yahoo.co.id