Lembaga

Untuk mewujudkan visi dan misi, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menjalin kerja sama dengan banyak pihak, baik di dalam maupun di luar negeri. Kerja sama dalam negeri, antara lain, dilakukan dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia, perguruan tinggi, lembaga pemerintah dan swasta, serta organi­sasi profesi. Sementara itu, dengan pihak luar negeri, kerja sama itu dilakukan dengan perguruan-per­guruan tinggi, lembaga-lembaga pengajaran bahasa Indonesia, dan pusat-pusat kebudayaan asing. Pihak-pihak yang di­maksud adalah sebagai berikut.

RELC Singapura

Dalam upaya peningkatan mutu tenaga kebahasaan, linguistik terapan atau­pun pengajaran bahasa, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah mengirimkan peserta kursus di RELC Singapura tenaga kebahasaan baik di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa maupun di per­guruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia, melalui seleksi oleh Ko­mite RELC Indonesia.

 

Eijkman Institute for Molecular Biology

Tahun 2005, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menjajaki kerja sama dengan Eijman Insti­tute for Molecular Biology yang telah berhasil melakukan penelitian DNA persebaran orang di Indonesia. Kajian multidisiplin ilmu bahasa dan ilmu kedokteran itu diharapkan akan dapat mempertegas hasil kajian pemetaan bahasa-bahasa di Indonesia yang tidak saja dapat memetakan sebaran ba­hasa, tetapi juga pola persebaran bahasa itu mengikut pada pola persebaran penuturnya.

 

Microsoft Indonesia

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bersama Microsoft Indonesia mengindonesiakan program-program komputer yang dihasil­kan Microsoft. Hingga saat ini, program Windows XP, Office XP, dan Work versi 8 telah berhasil di­terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Pada tahap selanjutnya, kerja sama akan meng­garap penyiapan fasilitas kebahasaan yang ada di dalam program komputer itu, seperti pemeriksa ejaan, pemeriksa tata bahasa, tesaurus, dan fasilitas tuturan.

 

Fakultas Sastra Seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia

Dalam upaya mengatasi kelemahan pengajaran bahasa dan sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa akan bekerja sama de­ngan Fakultas Sastra dan Fakultas Bahasa dan Seni serta fakultas yang mengelola pendidikan calon guru untuk ber­sama-sama mencari jalan mengatasi kelemahan sistem pembelajaran bahasa dan sastra.

 

Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia dan Brunei Darussalam

Dalam upaya pengembangan peristilahan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Dewam Bahasa dan Pustaka Malaysia dan Brunei Darussalam dalam forum Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim) dan Maje­lis Sastra Asia Tenggara (Mastera). Kerja sama dengan Malaysia dalam Mabbim telah dimulai sejak tahun 1972 dan dengan Brunei sejak 1985. Kini telah menghasilkan 325.000 istilah dalam berbagai bidang ilmu dalam bentuk glosarium dan kamus bidang ilmu.

 

Universitas Leiden

Kerja sama yang dijalin dengan Universitas Leiden bertujuan untuk me­ningkatkan mutu peneliti ba­hasa dan sastra di Indonesia serta memajukan studi (bahasa) Indonesia di Belanda. Kerja sama yang di­lakukan berupa tukar-menukar mahasiswa untuk program magister dan doktor, pelaksanaan kursus-kur­sus kepakaran, serta pengadaan pengajar bahasa Indonesia di Belanda.