Ceramah Umum Dr. Mikihiro Moriyama

Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Kamis (6/4), menyelenggarakan ceramah umum “Lokalitas dan Bahasa Daerah” yang disampaikan oleh Dr. Mikihiro Moriyama, pengajar di Asian Studies di Universitas Nanzan Jepang. Acara ini dilaksanakan di aula gedung Samudera, Pusat Bahasa, dihadiri oleh tenaga teknis (peneliti) Pusat Bahasa dan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Mikihiro Moriyama yang juga penulis buku Semangat Baru, Kolonialisme, Budaya Cetak dan Kesastraan Sunda Abad ke-19, pada kesempatan itu menyampaikan fenomena kebahasaan yang bergerak sangat dinamis di Indonesia pascareformasi. Perubahan ini terjadi karena beberapa hal seperti kehidupan masyarakat yang lebih demokratis dibanding dengan orde sebelumnya (orde baru/orde lama); arus informasi global yang tidak bisa dihindari, khususnya pengaruh keberadaan internet; lembaga sensor yang tidak membatasi ruang gerak seperti masa dahulu. Fenomena kebahasaan yang bergerak sangat dinamis ini ditandai dengan munculnya mata acara di media elektronik yang menggunakan beragam bahasa selain bahasa Indonesia. Bahasa Inggris, atau bahasa Tionghoa dipakai sebagai pengantar mata acara tertentu. Bahasa daerah juga disampaikan dalam berbagai mata acara di stasion teve lokal, baik yang dikelola oleh swasta ataupun pemerintah, yang semakin menjamur di kota-kota besar seperti Bandung, Semarang, dan Surabaya. Menurut Mikihiro fenomena ini menandai bahwa wadah ekspresi kedaerahan makin berkembang, meskipun arus globalisasi tetap tidak bisa dihindari.(HR).

Artikel Terpopuler