Commuter Line

Di Jakarta ada jenis angkutan massal baru. Dinas perhubungan menyebut jenis angkutan baru itu sebagai kereta commuter line. Masyarakat pun kemudian terbiasa naik commuter line, tetapi benarkah yang dinaiki itu merupakan jenis kendaraan pengangkut penumpang? Apa sebenarnya makna istilah commuter line?

Istilah commuter line sesungguhnya bermakna ‘ulang-alik’ atau ‘bolak-balik secara rutin melalui rute yang tetap’. Istilah asing commuter sebenarnya sudah diindonesiakan menjadi komuter dan sudah ada di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sementara itu, istilah asing line berarti ‘jalur’. Dengan demikian, dalam gabungan istilah commuter line terkandung makna ‘jalur bolak-balik secara tetap’. Atas dasar itu, jika ada orang yang mengatakan bahwa ia naik commuter line, apa betul ‘jalur bolak-balik’ semacam itu dapat dinaiki? Jawabannya tentu saja tidak karena yang dinaiki itu keretanya, bukan jalurnya.

Berdasarkan makna tersebut alangkah baiknya jika istilah kereta commuter line itu diindonesiakan menjadi kereta komuter berarti ‘kereta yang bolak-balik secara tetap dengan jalur dan jadwal yang tetap’. Dengan demikian, tentu benar bahwa yang dinaiki itu kereta komuter, bukan jalurnya. Dalam konteks yang lain, tetapi hampir sama  konsepnya, masyarakat semestinya juga tidak mengatakan naik bus way karena bus way itu bermakna ‘jalur bus’, bukan ‘kendaraan’. Jenis modanya adalah bus Transjakarta. Dengan demikian, masyarakat mestinya mengatakan naik bus Transjakarta, bukan naik bus way.