Kamus dan Tesaurus

Dalam dunia tulis-menulis kita tidak asing lagi dengan istilah kamus. Selain itu, ada pula tesaurus. Kamus dan tesaurus merupakan rujukan yang biasa digunakan untuk mencari makna kata. Apa perbedaan keduanya?

     Kamus adalah buku yang mendeskripsikan makna kata atau ungkapan dan menjelaskan konteks pemakaiannya. Kata kamus diadopsi dari qāmus dalam bahasa Arab yang berasal dari bahasa Yunani okeanos, yang berarti ‘lautan’. Adapun tesaurus adalah buku yang memuat daftar kata atau ungkapan yang bertalian makna. Kata tesaurus diambil dari thēsauros dalam bahasa Yunani yang berarti ‘gudang’. Baik kamus maupun tesaurus diibaratkan seperti laut atau gudang tempat menyimpan atau menampung khazanah kosakata dalam suatu bahasa. Keduanya menjadi potret ‘kekayaan’ daya ungkap dalam suatu bahasa.

     Untuk memperjelas perbedaan keduanya, berikut ini diberikan contoh penyajian informasi dalam kamus dan tesaurus.

Kamus:                 bapak n 1 orang tua laki-laki; ayah; 2 orang laki-laki yg dl pertalian kekeluargaan boleh dianggap sama dng ayah (spt saudara laki-laki ibu atau saudara laki-laki bapak): — kecil;

Tesaurus:            bapak v melindungi, menafkahi, mengayomi; a berwibawa, kebapakan, kuat, tegas; n  abah, ayah, ayahanda, bokap, buya, papa, papi, rama

     Jika dibandingkan, kedua jenis penjelasan di atas berbeda dari segi isi informasinya. Kamus sekurang-kurangnya berisi penjelasan makna dan konteks atau contoh pemakaian. Adapun tesaurus biasanya berisi kata-kata lain yang bertalian makna dengan kata tersebut. Pertalian makna dalam tesaurus dapat berupa kesamaan makna (sinonimi), perlawanan makna (antonimi), hubungan superordinat dan subordinat (hiperonimi atau hiponimi), atau hubungan antarbagian (metonimi).