Berjualan dan Jualan

Dari kata dasar jual dapat dibentuk kata berjualan. Di samping itu, terdapat pula kata jualan yang sering diperlakukan sama dengan kata berjualan.  Benarkah penggunaan kata seperti itu?

Dalam praktik berbahasa sehari-hari penggunaan kata berjualan dan jualan memang sering dipertukarkan. Contohnya sebagai berikut.

  1. Mereka sering berjualan pakaian di pinggir jalan.
  2. Mereka sering jualan pakaian di pinggir jalan.

Pemakaian kata berjualan seperti pada kalimat (1) sudah benar, sedangkan pemakaian kata jualan seperti pada kalimat (2) tidak benar karena kata jualan bukan verba (kata kerja), melainkan nomina (kata benda). Kata jualan yang benar digunakan seperti dalam kalimat di bawah ini.

  1. Setiap hari jualannya laku keras di toko yang belum lama dibukanya itu.
  2. Para pedagang memindahkan jualannya ke pasar yang sudah disediakan oleh pemerintah. 

Munculnya kata jualan seperti pada kalimat (2) merupakan kebiasaan yang dipengaruhi oleh bahasa daerah. Dalam bahasa Jawa, misalnya, kata sarung ‘sarung’, kathok ‘celana’, dan jungkat ‘sisir’ yang merupakan nomina dapat dibentuk menjadi verba hanya dengan menambahkan akhiran  -an sehingga menjadi sarungan ‘memakai sarung’, kathokan ‘memakai celana’, dan jungkatan ‘bersisir’. Dalam bahasa Indonesia akhiran -an berfungsi sebagai pembentuk nomina, bukan pembentuk verba, seperti makanan, minuman, atau mainan. Oleh karena itu, penggunaan kata jualan yang diperlakukan sebagai verba dalam komunikasi resmi tidak benar. Namun, dalam komunikasi yang tidak resmi bentuk verba dengan akhiran -an, seperti jualan, siaran, dan sarapan, dapat digunakan.