Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional, Wadah Apresiasi Sastra yang Merekatkan Kebinekaan

Jakarta, Badan Bahasa—Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan, Dadang Sunendar membuka Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional di Hotel Puri Mega, Rawasari, Jakarta Timur, Kamis malam (26/10/2017).

Kegiatan itu diikuti oleh 30 kelompok musikalisasi puisi (pelajar tingkat SMA/SMK/MA) yang merupakan wakil dari 30 provinsi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Bahasa, Dadang Sunendar mengucapkan selamat kepada peserta yang sudah sampai tahapan final. “Sepengetahuan saya untuk menjadi juara di tingkat provinsi susah, jadi mari kita beri apresiasi untuk adik-adik ini. Pada tingkat nasional ini, adik-adik semuanya akan melihat dan sekaligus mengagumi teman-teman dari provinsi yang lain, bagaimana mereka mengapresiasi sebuah puisi menjadi sebuah kesatuan berirama yang luar biasa indah,”kata Dadang.

Dadang mengharapkan motivasi kedatangan dari peserta bukan hanya karena penghargaan yang tinggi dalam kegiatan tersebut. ”Tapi lebih penting dari itu semua adalah kita bisa memperlihatkan kepada semua orang (masyarakat Indonesia) bahwa sastra melalui musikalisasi puisi bisa mewakili kita semuanya, keluarga, masyarakat provinsi, dan masyarakat di republik ini karena bangsa ini adalah bangsa yang majemuk, bangsa ini demikian berbineka,”ungkapnya.

Selanjutnya, Dadang mengatakan bahwa tema bulan bahasa dan sastra tahun ini yaitu majukan bahasa dan sastra, rekatkan kebinekaan sudah diwakili oleh adik-adik yang hadir dari 30 provinsi. “Jadi, kita bisa melihat langsung melalui sebuah kegiatan bahwa kita ini majemuk. Kita harus menerima kondisi bangsa kita yang majemuk, saling mengenal, saling mengagumi, saling mengapresiasi, saling menghormati antarsuku dan keyakinan, termasuk menghormati sastra dalam bentuk puisi yang ditampilkan oleh teman-teman dari berbagai daerah, itulah kekayaan kita semua,”tutur Dadang.

“Pada kesempatan ini juga saya ingin mengajak adik-adik untuk mencintai bahasa negara, bahasa Indonesia. Hal itu didasari atas kesadaran bahwa bahasa negara ini dibangun oleh pemuda-pemuda hebat, 89 tahun yang lalu, mereka berikrar mengucap sumpah, yang salah satu sumpahnya adalah menjungjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia, jadi jangan menganggap remeh keberadaan bahasa negara yang merupakan elemen terkuat di negara ini, yang menghubungkan kita dari Sabang sampai Merauke,” tegas Dadang.

Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Bidang Pembelajaran, Fairul Zabadi selaku ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan musikalisasi puisi ini sudah dilaksanakan sejak tahun 1996, ketika itu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa masih bernama Pusat Bahasa.

“Pada kesempatan ini hadir 30 tim dari 30 provinsi, selama ini jumlah yang paling banyak yang hadir adalah 24 atau 25 tim, sekarang hadir 30 tim, ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa. Kita harapkan pada tahun berikutnya, 34 provinsi dapat mengirimkan wakilnya untuk mengikuti Festival Musikalisasi Tingkat Nasional 2018,”ungkap Fairul pada saat menyampaikan laporannya.   

Festival kali ini akan menghasilkan enam penampil terbaik, keenam tim itu akan mendapatkan penghargaan dan uang pembinaan dari Badan Bahasa. (an)

Artikel Terpopuler