Badan Bahasa Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw. 1439 Hijriah

Jakarta—Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. 1439 Hijriah dengan mengangkat tema “Keberagaman dalam Perspektif Islam” di Aula Gedung Samudra, Badan Bahasa, Rawamangun, Jakarta pada Selasa, 19 Desember 2017.

Dalam sambutannya, Fairul Zabadi selaku ketua panitia mengajak peserta yang hadir untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan meneladan Nabi Muhammad Saw. karena Nabi Muhammad adalah teladan yang baik bagi umat manusia serta nabi terakhir yang diutus oleh Allah untuk menjadi anutan. Nabi Muhammad memiliki empat sifat yang harus dicontoh, yaitu tabligh (menyampaikan), shiddiq (benar), amanah (dapat dipercaya) dan fatanah (cerdas). Keempat sifat tersebut harus menjadi acuan bagi manusia agar selamat di dunia dan di akhirat.

“Nabi Muhammad adalah nabi terakhir yang diutus oleh Allah dan menjadi teladan yang baik bagi kita. Empat sifat yang dimiliki Nabi Muhammad harus kita jadikan acuan hidup untuk mendapatkan keselamatan di dunia dan di akhirat,” ujarnya.

Selain itu Fairul Zabadi juga berterima kasih atas bantuan pegawai Badan Bahasa yang telah membantu pengembangan Musala Azzikra. Dengan bantuan tersebut Dewan Kemakmuran Musala (DKM) Azzikra bisa melaksanakan beberapa program, yakni pemberian bantuan kepada yang membutuhkan di lingkungan Badan Bahasa, serta membantu pegawai  Badan Bahasa yang sedang terbaring sakit.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dadang Sunendar dalam sambutannya berterima kasih kepada DKM Azzikra karena telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik. Terkait dengan keberagaman, Dadang mengaku tema ini adalah tema yang tepat dibahas karena  banyaknya perbedaan pendapat yang menimbulkan konflik.

Selain itu, Dadang mengungkapkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad merupakan sebuah anugerah bagi alam semesta, Rasulullah sebagai  sosok yang tidak ada tandingannya menjadikan Islam sebagai rahmatan lil amalamin, rahmat bagi seluruh alam. Lebih lanjut, Dadang berharap agar peserta yang hadir menghindari ghibah atau bergunjing karena gunjing adalah penyakit umum di kalangan masyarakat.

“Kelahiran Nabi Muhammad adalah rahmat bagi alam semesta. Saya juga berharap melalui kegiatan ini, kita bisa menghindari penyakit ghibah yang sudah biasa terjadi di kalangan masyarakat karena ghibah adalah perbuatan dosa yang harus kita sadari.” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Syarif Hidayatullah sebagai penceramah pada acara itu mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad adalah sosok yang sangat menghargai perbedaan, tidak pernah mengingkari perbedaan pendapat yang terjadi. Nabi Muhammad selalu mendengar pendapat orang lain walaupun orang tersebut berbeda keyakinan dengannya.

“Nabi Muhammad adalah anutan yang sangat menghargai perbedaan, tidak pernah mengingkari perbedaan pendapat yang terjadi di antara beliau dan sahabat, bahkah perbedaan pendapat dengan orang yang berbeda keyakinan dengannya”

Lebih dalam Syarif menambahkan pada dasarnya keberagaman itu adalah anugerah Allah yang harus disyukuri. (Dv)

Artikel Terpopuler