Kalatidha dan Tragedi 1965 dI Indonesia

Novel Kalatidha karya Seno Gumira Ajidarma (2007) bercerita tentang peristiwa pembantaian massal terhadap orang-orang Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terjadi pada 1965. Seno Gumira Ajidarma menggunakan perspektif orang-orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Karya ini menjadi penting dianalisis karena minimnya karya sastra yang mengangkat tema yang berkaitan dengan konteks sejarah 1965. Artikel ini akan mengungkap gagasan Seno Gumira Ajidarma melalui suara-suara tokoh utamanya yang merupakan korban tragedi 1965 dengan pendekatan multikulturalisme. Gagasan pengarang yang mengemuka adalah mengenai kebangsaan; bagaimana penganiayaan dan pembantaian bisa terjadi di antara sesama warga negara Indonesia karena perbedaan ideologi politik. Bagaimana cara Seno Gumira Ajidarma menceritakan kembali peristiwa bersejarah itu? Apa implikasinya bagi sejarah nasional Indonesia, khususnya sejarah pada 1965-1966 yang masih gelap itu? Dan, yang lebih mendasar lagi, apa fungsi novel Kalatidha bagi masyarakat pembaca Indonesia dalam hidup berbangsa dan bernegara?

Selingan

Daftar Selingan

  • cache memory = memori tembolok

  • browser = peramban

  • bar code = kode batang

  • blogger = narablog

  • power bank = bank daya

  • biolinguistics = biolinguistik (linguistik)

  • bento = bento; paket bekal (tata boga)

  • bassoon = basun (seni musik)

  • bashfulness = kemalu-maluan (psikologi)

  • barrier free accessibility = aksesibilitas bebas batas; keterjangkauan bebas batas (teknik lingkungan)