Rapat Kerja Ke-51 Pakersa

BANDUNG-- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional, menyelenggarakan Rapat Kerja Ke-51 Pakersa pada tanggal 23--26 Mei 2011, di Hotel Galeri Topas, Bandung. Pakersa kali ini merupakan tindak lanjut Sidang Eksekutif Ke-50 dan Sidang Pakar Ke-24 Majelis Bahasa Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia (Mabbim) yang diselenggarakan pada tanggal 20—25 Maret 2011 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. Hasil kerja Pakersa ini akan dibawa ke sidang Mabbim sebagai forum kerja sama kebahasaan yang melibatkan pakar bahasa dan pakar berbagai bidang ilmu dari Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia.

Dalam acara Pakersa tersebut, Dra. Yeyen Maryani, M.Hum., Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya, ia mengemukakan bahwa Pakersa merupakan forum kerja sama yang menghubungkan para pakar bahasa dengan para pakar berbagai bidang ilmu untuk bersama-sama memikirkan pengembangan bahasa Indonesia. Forum ini juga menjadi bukti nyata bahwa pengembangan bahasa Indonesia tidak bisa hanya dilakukan ahli bahasa, tetapi juga menjadi tanggung jawab para pakar bidang ilmu. "Keterlibatan para pakar dalam pengembangan bahasa sangat diperlukan karena merekalah yang tahu persis substansi makna istilah keilmuan yang umumnya masih terwadahi dalam bahasa asing. Dari para pakar ini pula diharapkan dapat diperoleh istilah yang tepat dalam bahasa Indonesia," lanjutnya.

Rapat Kerja Ke-51 Pakersa membicarakan lima bidang ilmu, yakni bidang olahraga (kepelatihan), psikologi (medis dan kesehatan), ilmu pangan (food science), ilmu kelautan (oceanology/marine science), dan ilmu gizi. Istilah bidang ilmu pangan, gizi, dan kelautan merupakan istilah yang baru dibicarakan pada rapat kali ini.

Pakar yang hadir dalam Pakersa Ke-51 sebanyak lima belas orang. Mereka berasal dari enam perguruan tinggi. Pakersa kali ini dibagi dalam enam kelompok kerja yang terdiri atas enam kelompok khusus dan satu kelompok umum. Kelompok kerja khusus meliputi kelompok bidang ilmu olahraga (Dr. Achmad Sofyan Hanif, M.Pd./FIK UNJ, Drs. Sumitro, M.Pd/Badan Bahasa, dan Drs. Suroto, M.A., Ph.D./Unesa Surabaya); kelompok khusus psikologi (medis dan kesehatan) (Dr. Anggadewi Moesono, Psikolog/UI, Prof. Dr. Sawitri S./UI, dan Dra. Ieda Purnomo Sigit Sidi, Psikolog); kelompok ilmu pangan (Dr. Ir. Ratih Dewanti, M.Sc./IPB, Dr. Hanifah Nuryani Lioe/IPB, dan Elvira Syamsir, M.Si./IPB); klompok ilmu kelautan (Prof. Dr. Safwan Hadi/ITB, Dr. Tri Partono/IPB, dan Dr. Neviaty P. Zamani/IPB); kelompok ilmu gizi (Prof. Dr. Hardiansyah/IPB, Dr. Ir. Hadi Riyadi, M.S., dan Ahmad Syafiq, Ph.D./UI). Kelompok umum terdiri atas Agus Dharma, Ph. D., Prof. Dr. Mien A. Rifai, Prof. Dr. Cece Sobarna, Dra. Yeyen Maryani, M.Hum., Dra. Meity Taqdir Qodratillah, M.Hum., Dr. Sugiyono, dan Dr. Ganjar Harimansyah. Setiap kelompok itu akan menyusun 700—1.000 istilah bidang ilmu yang diberi padanannya dalam bahasa Indonesia.(gh/lus)

Selingan

Daftar Selingan

  • zoonosis = zoonosis
  • work from office = kerja dari kantor (KDK)

  • work from home = kerja dari rumah (KDR)

  • ventilator = ventilator

  • tracing = penelusuran; pelacakan

  • throat swab test = tes usap tenggorokan

  • thermo gun = pistol termometer

  • swab test = uji usap

  • survivor = penyintas

  • specimen = spesimen; contoh

  • social restriction = pembatasan sosial

  • social media distancing = penjarakan media sosial

  • social distancing = penjarakan sosial; jarak sosial

  • self-quarantine = swakarantina; karantina mandiri

  • self isolation = isolasi mandiri

  • screening = penyaringan

  • respirator = respirator

  • rapid test = uji cepat

  • rapid strep tes =t uji strep cepat

  • protocol = protokol

  • physical distancing = penjarakan fisik

  • pandemic = pandemi

  • new normal = kenormalan baru

  • massive test = tes serentak

  • mask = masker

  • lockdown = karantina wilayah

  • local transmission = penularan lokal

  • isolation = isolasi

  • incubation = inkubasi

  • imported case = kasus impor