Hari Bahasa Ibu Internasional

Kepala Pusat Bahasa dalam arahannya seusai senam pagi yang secara rutin diadakan setiap Jumat pagi di halaman kantor Pusat Bahasa mengatakan bahwa peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2009 akan diadakan di Bandung pada hari Sabtu, 21 Februari 2009. Peringatan tersebut dilaksanakan oleh Balai Bahasa Bandung bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Provinsi Jawa Barat. Acara yang akan diadakan pada hari tersebut antara lain dialog interaktif bertema " Cinta Bahasa Ibu". Tampil sebagai narasumber pada acara tersebut adalah Istri Gubernur Jawa Barat, Netty Prasetyani Heryawan, S.S., dan Kepala Pusat Bahasa, Dr. Dendy Sugono. Kegiatan yang dimoderatori oleh Ahmad Hasbullah S.S. (Duta Bahasa Jawa Barat) ini dilaksanakan di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Jalan Bukit Dago Selatan Nomor 53, Bandung pada hari Sabtu (21/2) mulai pukul 09.00--15.00. Untuk memeriahkan acara, panitia mengadakan pameran dari beberapa lembaga, seperti Pusat Bahasa, Disparbud Jawa Barat, Museum Sribaduga, dan Majalah Mangle. Kegiatan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional juga sudah dimulai dengan adanya "Seminar Bahasa Sunda Dalam Rangka Memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional", Rabu, 18 Februari, 2009, di Balai Bahasa Bandung, Jalan Sumbawa, Bandung. Pada kesempatan tersebut Kepala Bidang Pembinaan Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Jakarta, Drs.Mustakim,M.Hum sebagai narasumber mengungkapkan bahwa "Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi telah memengaruhi perilaku masyarakat dalam bertindak dan berbahasa. Berbagai kata dan istilah yang digunakan dalam bidang ilmu dan teknologi itu kerap tak tersedia dalam kosakata bahasa daerah". Beliau mencontohkan kata komputer tidak ada dalam bahasa Sunda. Padahal, kosakata yang diwarnai keilmuan seperti itu tidak dapat dihindari dalam percakapan di kalangan masyarakat bahasa daerah masa kini. Oleh karena itu, untuk mempertahankan bahasa daerah agar tetap eksis dalam masyarakat saat ini, perlu dilakukan upaya pengembangan kosakata mutakhir. Pengembangan kosakata bahasa daerah itu memperoleh landasan yang kukuh dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Pasal 32 dan landasan politis dan sosiologis, yaitu Sumpah Pemuda 1928. "Penggunaan bahasa asing makin mendesak ruang penggunaan bahasa Indonesia. Dan bahasa Jakarta menggeser ruang bahasa daerah. Hal tersebut dapat membuat kebanggaan masyarakat akan bahasa daerah sebagai lambang kedaerahan memudar. Dengan demikian, upaya mengembalikan kewibawaan bahasa daerah, mutlak diperlukan," ujar Mustakim. Beliau juga mengatakan bahwa pengungkapan budaya dalam bahasa daerah memerlukan kosakata baru yang dikembangkan dengan memanfaatkan kosakata budaya lokal. Langkah selanjutnya yang harus ditempuh adalah memublikasikan kosakata baru bahasa daerah. Publikasi dapat dilakukan dalam bentuk cetak dan elektronik sehingga mampu menjangkau semua kelompok masyarakat. "Media massa pun dapat menjadi wahana penyebaran bahasa," kata Mustakim. Tanpa publikasi, pemasyarakatan hasil pengembangan kosakata akan terlalu lambat sampai ke masyarakat pengguna bahasa daerah yang bersangkutan.

Selingan

Daftar Selingan

  • zoonosis = zoonosis
  • work from office = kerja dari kantor (KDK)

  • work from home = kerja dari rumah (KDR)

  • ventilator = ventilator

  • tracing = penelusuran; pelacakan

  • throat swab test = tes usap tenggorokan

  • thermo gun = pistol termometer

  • swab test = uji usap

  • survivor = penyintas

  • specimen = spesimen; contoh

  • social restriction = pembatasan sosial

  • social media distancing = penjarakan media sosial

  • social distancing = penjarakan sosial; jarak sosial

  • self-quarantine = swakarantina; karantina mandiri

  • self isolation = isolasi mandiri

  • screening = penyaringan

  • respirator = respirator

  • rapid test = uji cepat

  • rapid strep tes =t uji strep cepat

  • protocol = protokol

  • physical distancing = penjarakan fisik

  • pandemic = pandemi

  • new normal = kenormalan baru

  • massive test = tes serentak

  • mask = masker

  • lockdown = karantina wilayah

  • local transmission = penularan lokal

  • isolation = isolasi

  • incubation = inkubasi

  • imported case = kasus impor