Tata Kerja

Isi: 

Untuk mencapai tujuan yang termaktub dalam Piagam MASTERA dan untuk menjalankan fungsinya dengan sebaik-baiknya, ketiga pihak negara pendiri setuju menerima tata kerja berikut:

I. Keanggotaan
Mastera beranggotakan tiga negara ASEAN yang berbahasa Indonesia/Melayu, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia sebagai negara pendiri. Negara ASEAN lainnya dapat menjadi negara anggota atau negara pemerhati.

II. Tujuan
1. Mempererat hubungan dan kerja sama kesastraan negara anggota
2. Memajukan sastra Indonesia/Melayu sebagai sastra ASEAN.
3. Mewujudkan sastra Indonesia/Melayu sebagai warga sastra dunia.
4. Memantapkan pengunaan bahasa Indonesia/Melayu sebagai media pengungkap ilmu pengetahuan dan seni ke peringkat rantau dan antarbangsa.

III. Tugas
Majelis mempunyai tugas sebagai berikut.
1. Menentukan kebijakan/dasar, tata kerja, dan rencana kerja Mastera.
2. Merancang program dan kegiatan pengembangan, pembinaan, dan apresiasi sastra.
3.Mengelola kegiatan penelitian, penyusunan, penerjemahan, penerbitan, dan penghargaan terhadap pencapaian mutu cipta sastra.
4. Menyelenggarakan persidangan dan pertemuan ilmiah/seminar

IV. Struktur
Mastera Brunei Darussalam dikelola oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei Darussalam, Mastera Indonesia dikelola oleh Pusat Bahasa, Indonesia, Mastera Malaysia dikelola oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia.(lihat lampiran)
A. Peringkat Negara:
1. Susunan Pengurus Sekretariat Majelis Sastra Asia Tenggara terinci sebagai
berikut.
a. Ketua
b. Wakil Ketua
c. Sekretaris
d. Tiga Komisi yang terdiri atas:
(i) Komisi/ Jawatan Kuasa Penelitian, Penyusunan, dan Penerjemahan
(ii) Komisi/ Jawatan Kuasa Pembinaan/Pemupukan
(iii) komisi/ Jawatan Kuasa Komunikasi, Publikasi, dan Diseminasi

2. Ketua Mastera, Wakil Ketua, dan Sekretaris dijabat oleh tenaga dari Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Brunei Darussalam, Pusat Bahasa, Indonesia, dan Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia. Pakar dipilih dari dalam atau luar lembaga tersebut.
B. Peringkat Rantau:
1. Susunan Pengurus Sekretariat Majelis Sastra Asia Tenggara terinci sebagai berikut.
a. Ketua
b. Dua Wakil Ketua
c. Sekretaris
d. Tiga wakil setiap negara:
(i) Ketua
(ii) Sekretaris
(iii) Pakar Sastra
2. Ketua, dua wakil ketua, dan sekretaris di peringkat rantau dijabat secara bergilir selama dua tahun oleh ketua dari negara pendiri.

C. Sekretariat Mastera berkedudukan bergilir sesuai dengan kedudukan Ketua Mastera.
D. Keuangan
Anggaran disediakan oleh setiap negara anggota.

V. Persidangan
Persidangan terdiri atas Sidang Eksekutif Mastera, Sidang Komisi/Jawatan Kuasa, dan Musyawarah/Mesyuarat Sekretariat Mastera.
1. Sidang Eksekutif Mastera
a. Mastera bersidang sekali setahun di negara pendiri/anggota secara bergiliran.
b. Sidang Mastera dipimpin oleh Ketua Mastera Serantau.
c. Tempat, waktu, dan agenda Sidang Mastera diputuskan pada sidang sebelumnya.
d. Peserta Sidang Mastera terdiri atas
1) ketua perwakilan, sekretaris/setiausaha, dan 3 anggota Mastera
2) pemerhati dari negara anggota dan dari negara bukan anggota menghadiri sidang atas undangan Mastera. Pemerhati dapat memberikan sumbangan pemikiran jika diminta.
e. Penyelenggara Sidang Eksekutif Mastera dapat mengikutsertakan dua orang anggota sekretariat/urussetia sebagai pencatat jalannya persidangan (tidak memiliki hak suara dalam persidangan).
f. Sidang Eksekutif Mastera meneliti dan mengesahkan Sidang Eksekutif Mastera sebelumnya, hasil Musyawarah Sekretariat, dan Sidang Komisi/Jawatan kuasa.
g. Sidang Eksekutif Mastera meneliti dan mengembangkan Sidang Eksekutif sebelumnya.
h. Bahasa persidangan Mastera ialah bahasa Indonesia/Melayu.

2. Musyawarah/Mesyuarat Sekretariat
a. Musyawarah/Mesyuarat Sekretariat diselenggarakan untuk
1) meneliti dan menyiapkan tindak lanjut hasil Putusan Umum Sidang Eksekutif Mastera.
2) menyiapkan usulan kegiatan yang dicanangkan negara anggota untuk dibahas dalam Sidang Eksekutif Mastera.
3) menyiapkan bahan dan hal lain yang diperlukan dalam Sidang Eksekutif Mastera yang akan dilaksanakan;
4) menyusun persiapan pelaksanaan kegiatan kesastraan yang telah disepakati dalam Sidang Eksekutif Mastera;
5) meyiapkan bahan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan Mastera;
b. Peserta Musyawarah/Mesyuarat Sekretariat terdiri atas wakil ketua Mastera, sekretaris/setiausaha, dan satu/dua orang anggota/ahli bidang tiap-tiap negara anggota Mastera.
c. Dalam Musyawarah/Mesyuarat Sekretariat penyelenggara dapat mengikutsertakan dua orang anggota sekretariat/urussetia sebagai pencatat jalannya persidangan.
d. Tempat dan waktu Musyawarah/Mesyuarat Sekretariat ditentukan dalam Sidang Eksekutif Mastera.
e. Musyawarah/Mesyuarat Sekretariat diselenggarakan secara bergilir di negara penyelenggara Sidang Eksekutif Mabbim dan dipimpin oleh Wakil Ketua/Sekretaris Mastera tuan rumah.
f. Bahasa pengantar Musyawarah/Mesyuarat Sekretariat adalah bahasa Indonesia/Melayu.

3. Sidang Komisi/Jawatan Kuasa
a. Sidang Komisi terdiri atas:
(i) Komisi/ Jawatan Kuasa Penelitian, Penyusunan, dan Penerjemahan
(ii) Komisi/ Jawatan Kuasa Pembinaan/Pemupukan
(iii) Komisi/ Jawatan Kuasa Komunikasi, Publikasi, dan Diseminasi

b. Sidang Komisi/Jawatan Kuasa diselenggarakan setahun sekali di negara pendiri/anggota selama satu hari mengikut Sidang Eksekutif Mastera.
c. Sidang Komisi/Jawatan Kuasa dipimpin oleh Wakil Ketua, Sekretaris Mastera negara penyelenggara
d. Peserta Sidang Komisi/Jawatan Kuasa terdiri atas Ketua Komisi/Jawatan Kuasa dan anggota
e. Sidang Komisi/Jawatan Kuasa melaksanakan keputusan Sidang Eksekutif Mastera, merancang program kerja/kegiatan, membentuk tim kerja, mengevaluasi kegiatan, dan melaporkannya kepada Sidang Eksekutif Mastera berikutnya

VI. Bahan Sidang Eksekutif Mastera
1. Bahan Sidang Eksekutif Mastera disiapkan oleh Panitia Penyelenggara/Jawatan Kuasa Tetap berdasarkan bahan sidang dari negara anggota.
2. Bahan Sidang Eksekutif Mastera diterima oleh Mastera penyelenggara paling lambat satu bulan sebelum Sidang Eksekutif Mastera berlangsung.

VII. Keputusan Sidang Eksekutif Mastera
1. Laporan Sidang Eksekutif Mastera disusun dalam bentuk Keputusan Umum yang berisi
1) pernyataan bersama (ditandatangani oleh para ketua perutusan dengan tata letak tanda tangan berputar mengikuti pergiliran ketua serantau)
2) jadwal,
3) peserta sidang,
4) pemerhati,
5) narasumber,
6) pencatat,
7) agenda sidang,
8) kata pengantar tuan rumah,
9) perbincangan dan keputusan umum,
10) dokumen sidang yang berupa rancangan kegiatan,
11) sambutan,
12) acara dan peserta seminar kesastraan, dan
13) lampiran lain yang relevan.
14) pernyataan ucapan selamat kepada negara penyelenggara dari peserta sidang.

2. Sidang Mastera juga menetapkan hal-hal penting dalam laporan sidang disampaikan kepada menteri di negara masing-masing.

VIII. Pembagian Kerja
1. Program kegiatan penelitian, penyusunan, penerbitan, penerjemahan, pertemuan, seminar, kuliah, dan lain-lain diatur berdasarkan kesepakatan negara anggota dalam Sidang Eksekutif Mastera.
2. Penghargaan sastra dilakukan oleh penyelenggara Sidang Eksekutif sebagai berikut.
a. Anugerah Sastra Mastera diberikan oleh Brunei Darussalam
b. Hadiah Sastra Mastera diberikan oleh Malaysia
c. Penghargaan Sastrawan Muda Mastera diberikan oleh Indonesia
3. Penerbitan dilakukan oleh ketiga negara anggota.