Kabar Dari Jogja

Yogyakarta sebagai salah satu ikon kota pendidikan pariwisata, dan kebudayaan terus mencari jati diri dalam aura tradisi dan modernisasi. Acara ritual labuan, sekaten, atau bekakak tetap bertahan di tengah hingar-bingar pesta dugem dijantung kota dan munculnya berbagai supermarket yang pada gilirannya akan “membinasakan” pasar-pasar tradisional. Di tengah pergeseran itu, di antara kepungan papan iklan dan spanduk yang menawarkan kemudahan hidup modern (dengan bahasa yang tak mudah dipahami), Balai Bahasa Yogyakarta yang berkeinginan menjadi lembaga penelitian yang unggul dan pusat informasi serta pelayanan di bidang kebahasaan dan kesastraan (Indonesia dan daerah) di Daerah Istimewa Yogyakarta, tetap menjalankan aktivitasnya dengan menyediakan bahan informasi kebahasaan dan kesastraan, meningkatkan sikap positif masyarakat terhadap bahasa dan sastra, serta meningkatkan kerja sama dengan lembaga atau instansi lain. Dari sisi informasi kebahasaan dan kesastraan, Balai Bahasa Yogyakarta menyediakan situs pangkalan data yang dapat diakses lewat www.balaibahasa.org. Tersedia sekitar 3.500 entri data meskipun yang baru dapat diakses oleh masyarakat sekitar 3.200 entri. Di samping itu diterbitkan pula beberapa laporan penelitian mandiri dalam bentuk buku, antara lain Pengayoman dalam Sastra Jawa Modern (Sri Widati), Pernyataan Kala Absolut dalam Bahasa Jawa (Sumadi), Muryalelana: Riwayat, Karier, dan Karyanya (Tirto Suwondo), Relevansi Perubahan Sosial Budaya dan Perkembangan Sastra Jawa 1981—1997 (Herry Mardianto), Struktur Peran Semantis Kalimat Verbal dalam Bahasa Jawa (Sri Nardiati), dan Biografi Dr. Soetomo dan Karyanya (Dhanu Priyo Prabowo). Hasil penelitian mandiri tersebut diterbitkan dengan dana kegiatan tahun 2005. Peningkatan sikap positif masyarakat terhadap bahasa dan sastra dilakukan lewat siaran interaktif maupun siaran tidak langsung lewat RRI Nusantara II Yogyakarta. Beberapa materi yang disiarkan RRI pada bulan Maret 2006 adalah “Persoalan Bangsa di Mata Penyair” (Imam Budi Utomo), “Tema Puisi Iman Budhi Santosa” (Prapti Rahayu)—lewat siaran LembarPuisi: “Crita Tantri” (V.Risti Ratnawati), “Basa ing Kasusastran Jawi” (Slamet Riyadi)—lewat siaran Khazanah Budaya, dan “Tembung Sesulih Pirusa saha Pandarbe” (Sumadi)—lewat siaran Apresiasi Bahasa Jawa. Selain itu dilakukan pula kegiatan penyuluhan pada bulan Maret 2006 atas permintaan institusi lain.Materi mengenai “EYD dan Aksara Jawa” dipresentasikan Sumadi (tenaga peneliti Balai Bahasa Yogyakarta) di hadapan 30 guru MGMP Bahasa Jawa (Kota Yogyakarta) bertempat di SMP Negeri 5. Mata ajar “Penulisan Karya Ilmiah” disampaikan Tirto Suwondo (tenaga peneliti Balai Bahasa Yogyakarta di hadapan 40 guru MGMP Bahasa Indonesia (Kota Yogyakarta) di SMP Negeri 8. Pada tanggal 28 Maret 2006 bertempat di SMP Negeri I Sewon, Sri Nardiati (tenaga peneliti Balai Bahasa Yogyakarta) menyampaikan gagasan mengenai “Sosialisasi Ejaan Bahasa Jawa” di hadapan 35 guru MGMP Bahasa Jawa (Kabupaten Bantul). Sebelumnya, tanggal 26 Maret, bertempat di SMA Negeri Yogyakarta diadakan rembug sastra dengan tema “Cemplon Di Tengah Pesta” dengan pembicara Herry Mardianto (peneliti Balai Bahasa Yogyakarta) dan Evi Idawati (penyair/cerpenis), dihadiri 70 peserta terdiri atas siswa dan guru beberapa SMA di Yogyakarta. Materi dialog mengenai sastra remaja dan media penerbit/pengayom. (HM/DM)

Selingan

Daftar Selingan

  • zoonosis = zoonosis
  • work from office = kerja dari kantor (KDK)

  • work from home = kerja dari rumah (KDR)

  • ventilator = ventilator

  • tracing = penelusuran; pelacakan

  • throat swab test = tes usap tenggorokan

  • thermo gun = pistol termometer

  • swab test = uji usap

  • survivor = penyintas

  • specimen = spesimen; contoh

  • social restriction = pembatasan sosial

  • social media distancing = penjarakan media sosial

  • social distancing = penjarakan sosial; jarak sosial

  • self-quarantine = swakarantina; karantina mandiri

  • self isolation = isolasi mandiri

  • screening = penyaringan

  • respirator = respirator

  • rapid test = uji cepat

  • rapid strep tes =t uji strep cepat

  • protocol = protokol

  • physical distancing = penjarakan fisik

  • pandemic = pandemi

  • new normal = kenormalan baru

  • massive test = tes serentak

  • mask = masker

  • lockdown = karantina wilayah

  • local transmission = penularan lokal

  • isolation = isolasi

  • incubation = inkubasi

  • imported case = kasus impor