Kata Melihat Dan Sinonimnya

Kata melihat adalah kata yang secara umum mengungkapkan ihwal mengetahui sesuatu melalui indera mata. Jadi, kata itu tidak hanya menyatakan ihwal membuka mata serta menunjukkannya ke objek tertentu, tetapi juga ihwal mengetahui objek itu. Pengertian itu tampak pada kalimat berikut.

(1) Banyak orang yang melihat kejadian itu.

Kata melihat tidak hanya digunakan untuk menyatakan perbuatan secara fisik, tetapi juga tindak pikir, terutama jika objeknya abstrak. Per­hatikan contoh berikut.

(2) Menteri Perdagangan melihat perkembangan ekspor nonmigas yang cukup menggembirakan akhir-akhir mi.

Pada contoh (2) itu perbuatan melihat tidak sama dengan yang ada pada contoh (1). Orang dapat melihat perkembangan ekspor nonmigas tidak hanya dengan melihat kegiatan pengiriman barang ekspor di pelabuhan, misalnya, tetapi juga dengan membaca atau mendengarkan laporan tentang kegiatan ekspor itu. Dengan kata lain, perbuatan melihat pada contoh (2) tidak hanya dilakukan dengan mata.

(3) Calon pembeli itu akan melihat-lihat keadaan rumah kami.

Pada contoh (3) perbuatan melihat dilakukan secara sambil lalu dan santai untuk memperoleh gambaran umum tentang keadaan rumah yang diamati.

Kata memandang menyatakan perbuatan memperhatikan objek dalam waktu yang agak Iama dan dengan arah yang tetap. Perbuatan itu melibatkan emosi pelakunya. Contohnya terlihat pada kalimat berikut.

(4) Dia memandang orang asing itu dengan heran.

Kata memandang tidak selalu dipakai untuk mengacu ke perbuatan secara tisik, tetapi dapat juga mengacu ke sikap. Dalam pemakaian seperti itu kata rnemandang bersinonim dengan menganggap seperti pada contoh berikut.

(5) Ia memandang ringan tugas yang diberikan kepadanya itu.

Kata pemandangan dan terpandang yang berhubungan dengan bentuk memandang umumnya mengacu ke hal yang indah atau baik.

(6) Para pendaki gunung berhenti sejenak untuk menikmati peman dangan di sekitarnya.

(7) Pak Sukri termasuk orang yang terpandang di daerah ini.

Jika ada pemandangan yang tidak indah, penjelasan tentang hal itu harus dinyatakan. Perhatikan contoh berikut.

(8) Orang terpaksa menyaksikan pemandangan yang tidak sedap karena sampah yang menumpuk di pinggir jalan itu.

Kata menatap menyatakan perbuatan memperhatikan objek yang tetap dari jarak dekat. Contohnya terlihat pada kalimat berikut.

(9) Ia menatap gambar yang dipamerkan itu satu per satu.

Kalau pada pemakaian kata memandang yang ditekankan adalah ada­nya objek yang menarik, pada pemakaian kata menatap yang ditekankan adalah hanya keingintahuan atau kemelitan pada diri pelaku. (Oleh sebab itu, perbuatan itu dilakukan dalam waktu yang relatif lama dan pelaku merasa perlu mendekat ke objek.) Hal itu terbukti pada ketidak-­berterimaan contoh yang berikut.

(10) Gambar itu tidak enak ditatap mata.

Kata mengamati (atau mengamat-amati) menyatakan perbuatan memperhatikan objek dengan teliti dan relatif lama. Kata itu dapat mengacu ke tindakan fisik pada kalimat (11) ataupun ke tindakan nonfisik seperti pada kalimat (12).

(11) Sang harimau mengamati gerak-gerik calon mangsanya.

(12) Pakar ekonomi itu tengah mengamati perkembangan perekono­mian Indonesia.

Kata menonton menyatakan perbuatan melihat objek karena didorong oleh rasa ingin tahu akan apa yang terjadi. Perbuatan itu juga dapat dimaksudkan untuk menghibur diri. Contohnya seperti yang terlihat pada kalimat berikut.

(13) Dalam kecelakaan itu banyak orang yang datang untuk menonton saja.

(14) Mereka menonton pertandingan tinju itu melalui televisi.

Kata menyaksikan menyatakan perbuatan melihat sesuatu untuk mengetahui kebenarannya. Pelaku mungkin (a) tidak dituntut harus tahu kebenaran itu oleh pihak lain, kecuali oleh dirinya sendiri, dan mungkin pula (b) dituntut harus tahu. Perhatikan contoh berikut.

(15) Ia menyaksikan pertunjukan itu.

(16) Ia menyaksikan uji coba mesin yang dibuatnya itu.

(17) Ia menyaksikan penandatanganan perjanjian itu.

Pada kalimat (15) pelaku tidak harus tahu akan jalannya pertunjukan sekalipun ia merasa perlu tahu. Di situ kata menyaksikan dapat diganti dengan menonton. Pada kalimat (16) pelaku dituntut, walau oleh dirinya sendiri, untuk tahu akan hasil uji coba. Pada kalimat (17) pelaku dituntut oleh pihak lain untuk tahu akan kebenaran peristiwa penandatanganan itu. Penggantian kata menyaksikan dengan menonton pada kalimat (16) dan (17) menimbulkan perbedaan makna.

Kata mengawasi menyatakan perbuatan melihat objek dengan cermat kalau-kalau ada perubahan keadaan yang menyimpang dari yang diharapkan. Contohnya terlihat pada kalimat berikut.

(18) lbu itu sedang mengawasi anaknya yang asyik bermain-main.

(19) Atasan harus berani mengawasi bawahannya.

Kata meninjau semula menyatakan perbuatan melihat dari tempat yang tinggi. Kata itu kini Iebih sering digunakan untuk menyatakan perbuatan mendatangi suatu tempat untuk mengetahui keadaannya. Pelakunya adalah orang yang memiliki wewenang atau hak untuk melakukan peninjauan, seperti berturut-turut terlihat pada contoh (20) dan (21) berikut ini.

(20) Bupati akan meninjau kecamatan yang dilanda bencana itu.

(21) Saya akan meninjau rumah yang akan saya beli di Depok.

Kata itu juga dapat dipakai untuk mengacu ke tindakan yang tidak bersifat fisik. Dalam pemakaian seperti itu, kata meninjau bersino­nim dengan melihat-lihat, seperti contoh berikut.

(22) Saya akan meninjau kembali usulnya.

(23) Kita akan meninjau acara kita esok hari