Komunike, Amendemen, Referendum, Dan Federal

Pada akhir Orde Baru dan masa awal era reformasi di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik, sering digunakan kata-kata yang tampak­nya baru, seperti komunike, amendemen, referendum, dan federal. Sebenarnya, kata-kata itu bukan kata baru karena di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sudah ada. Kata-kata itu, harus dicermati pengguna­annya agar sesuai dengan maknanya.

Komunike diserap dari bahasa Inggris communique dengan proses penyesuaian ejaan. Kata itu bermakna 'pengumuman atau pemberitahuan secara resmi dari pemerintah (di surat kabar), biasanya sesudah selesai pertemuan diplomatik atau sesudah selesai kegiatan
militer'.

Berdasarkan perkembangan pemakaiannya, kata komunike juga digunakan oleh para tokoh partai atau kelompok politisi, yang bukan bagian dari peme­rintah. Perhatikan contoh kalimat berikut.

Kelompok oposisi itu telah mengeluarkan komunike bersama yang
berisi sepuluh tuntutan terhadap negara. Dalam hal itu, komunike berarti 'pemberitahuan resmi dari kelompok oposisi yang telah menjalin kesepakatan bersama'.

Amendemen diserap dari bahasa Inggris amendement. Kata itu di-tuliskan amendemen, bukan amandemen. Amendemen berarti (1) 'usul perubahan rancangan undang-undang yang dibicarakan dalam dewan perwakilan rakyat' dan (2) 'penam­bahan pada bagian yang sudah ada'. Arti yang pertama yang sering digunakan, seperti pada contoh kalima berikut. Amendemen terhadap Undang-Undang Dasar 1945 pada era reformasi ini bukanlah hal yang tabu. Referendum diserap dari katareferendum (Inggris) tanpa perubahan penulis­annya. Referendumberarti 'penyerahan suatu masalah kepada orang banyak supaya merekamenentukannya (tidak diputuskan oleh rapat atau oleh parlemen); penyerahan suatu persoalan supaya diputuskan melalui pemungutan suara umum (semua anggota perkumpulan atau segenap rakyat)' Perhatikan contoh kalimat berikut.

Sudah dilakukan referendum di Timor Timur, hasilnya sangat mengejutkan masyarakat Indonesia. Federal diserap dari kata federal(Inggris) tanpa perubahan. Federal berarti 'bersifat federasi', atau 'berpemerintahan sipil, yaitu beberapa ne­gara bagian mem­bentuk kesatuan dan setiap negara bagian memiliki ke­bebasan untuk meng­urus persoalan di dalam negerinya. Federal dibe­dakan dengan federasi karena federasi berarti 'gabungan beberapa negara bagian yang dikoordinasi oleh pemerintah pusat yang mengurus kepentingan nasional seluruhnya (seperti keuangan, urusan luar negeri, dan pertahanan)'. Kelompok kata yang lazim adalah negara federal, bukan negara federasi. Perhatikan kalimat berikut. Salah satu tokoh di Indonesia ingin membentuk negara federal.