Pendekatan Stilistik dalam Puisi Jawa Modern Dialek Using

Setya Yuwana, Henricus Supriyanto, Suharmono Kasiyun, dan Sugeng Wiyadi

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara aspek bahasa dan fungsi estetik serta mendeskripsikan perbedaan linguistik dari penggunaan bahasa yang berlaku pada puisi Jawa Modern dialek Using. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik studi pustaka. Penelitian ini menggunakan teori stilistika. Teori itu mengacu pada pendapat Junus (1998), Keraf (1985), Sudjiman (1993), Slametmuljana (1959), dan Teeuw (1984).

Simpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, antara lain; (1) aspek bunyi bahasa yang meliputi alitrasi, asonansi, rima, majas, dan diksi sangat dominan dalam puisi Jawa dialek Using, bunyi tersebut ditampilkan secara dinamis dan bervariatif dalam larik syair; (2) perbedaan morfologis dalam puisi Jawa dialek Using berupa perbedaan prefiks/ke-/ dan prefiks /ber-/ sebagai akibat bentuk dialek pengaruh bahasa Indonesia; (3) perbedaan sintaksis pada puisi Jawa dialek Using berupa perbedaan pola S-P (subjek-predikat), menempatkan kata jadian yang tidak sesuai dengan pola kalimat, dan ketidaksesuaian dengan ciri permutasi; (4) ketaksaan puisi Jawa modern dialek Using terdiri atas ketaksaan leksikal dan gramatikal. Ketaksaan leksikal terdiri atas ketaksaan akibat homonim dan akibat polisemi. Ketaksaan gramatikal terjadi karena pengarang kurang cermat dalam menyusun kalimat.