Bahasa Indonesia Ragam Lisan Fungsional Bentuk Dan Pilihan Kata

Yayah B. Lumintaintang, Titik Indiyastini, dan Wati Kurniawati

Ruang lingkup penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) kelayakan dari segi gramatikanya yang ditandai oleh deskripsi tentang tipe verba menurut perilaku sintaksisnya yang mencakupi (a) verba transitif, (b) verba taktransitif dan (c) verba berpreposisi, (2) kelayakan dari segi stilistik, yang mencakupi pemakaian bentuk dan pilihan kata dari ragam bahasa formal dan ragam bahasa tidak formal, (3) ketepatan pemakaian kata, (4) kecermatan pemakaian kata. Kerangka teori dalam penelitian ini merujuk pada konsep ragam bahasa fungsional yang mengacu antara lain pandangan Dittmar (1976), Samarin (1966), Greenfield (1972), Keraf (1988), dan Moeliono (1989).

Penelitian ini meupakan penelitian deskriptif dengan pemanfaatan metode pengumpulan data melalui teknik perekaman dan observasi secara langsung. Penelitian ini menyimpulkan dari segi pembentukan kata bahasa Indonesia ragam lisan fungsional memperlihatkan (a) temuan tingginya frekuensi pemakaian bentuk kata yang baku, (b) tingginya frekuensi pemakaian bentuk kata berverba transitif dan verba taktransitif berpelengkap. Dalam kaitan dengan pemilihan kata, bahasa Indonesia fungsional cenderung memakai atau memilih kata atau istilah yang baku, dan memperlihatkan bahwa bahwa topik pembicaraan yang tidak resmi. Pilihan kata bahasa Indonesia ragam lisan fungsional juga diwarnai oleh pemakaian majas dan majas yang paling frekuentif adalah majas perbandingan. Penggunaan majas ini cenderung tinggi pada topik pembicaraan yang tidak resmi. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa konstruksi kalimat dengan vokatif (konsituen tambahan yang berupa nomina atau frasa nominal yang menyatakan orang menjadi pemarkah atau marker ragam bahasa lisan fungsional.