Sastra Jawa Balai Pustaka 1971—1942

Tirto Suwondo dan Herry Mardiyanto

Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran yang jelas dan utuh tentang sastra Jawa modern terbitan Balai Pustaka (1971—1942). Gambaran itu meliputi aspek formal karya sastra dan aspek sosial yang meliputi, pengarang, penerbit, kritik, dan pembaca yang menjadi pendukung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori makro (teori sosial) dan teori mikro (teori formal) yang dikemukakan oleh Tanaka (1976).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa eksistensi atau keberadaan sastra Jawa modern tahun 1971 hingga 1942 berhubungan erat dengan sistem yang mendukungnya, yaitu pengarang, penerbit, dan pembaca. Sistem penerbit menduduki posisi paling penting karena penerbit mampu menempatkan diri sebagai “motor penggerak” dan sebagai “pusat” sistem lain. Balai Pustaka adalah penerbit resmi pemerintah kolonial (Belanda) sehingga pada masa itu penerbit memiliki otoritas penuh dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan, termasuk perkembangan sastra Jawa. Oleh karena itu, sistem yang lain, pengarang dan pembaca menjadi tersubordinasi. Tema yang banyak diangkat dalam karya sastra pada masa itu adalah tentang masalah perkawinan, percintaan, perjuangan hidup, pengabdian, dan pemberantasan kejahatan fakta. Sarana sastra yang digunakan sebagai pembangun tema tersebut cenderung romantis dan melodramatis.