Kelas Kata dalam Bahasa Bugis: Kajian Morfologi Lingkup Kelas Verba, Adjektiva, dan Nomina

Siti Hawang Hanafie

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik formal kelas kata dalam bahasa Bugis lingkup kajian verba, adjektiva, dan nomina. Di samping itu, penelitian ini sekaligus mendeskripsikan persoalan kelas kata yang dikonfirmasikan dalam menunjang, melengkapi, mengembangkan, dan menerapkan teori linguistik yang ada setelah didapatkan deskripsi yang memadai melalui analisis kelas kata bahasa Bugis. Data diperoleh penulis melalui metode lapangan dan metode pustaka dengan teknik elisitasi dan verifikasi analisis teks dan dokumentasi serta analisis retrospeksi dan observasi dari informan yang menggunakan bahasa Bugis dialek Palakka. Analisis korpus dilakukan dengan pendekatan valensi morfologi kata dengan menggunakan teknik oposisi proporsional atas dasar kesepadanan bentuk, fungsi, dan makna melaui proses afiksasi, reduplikasi, pemajemukan, dan penggabungan kata.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berupa deskripsi karakteristik formal kelas kata bahasa Bugis yang berupa proses pembentukan kelas kata, subkategori verba, adjektiva, dan nomina melalui ciri perilaku morfologik, sintaktik, dan semantik. Dari proses morfologik, ditemukan sejumlah 211 afiks pemarkah verba, 59 reduplikasi verba, dan 5 pola bentuk majemuk verba, 37 afiks pemarkah adjektiva, 24 reduplikasi adjektiva, dan 3 pola bentuk majemuk adjektiva, 26 afiks pemarkah nomina, 11 reduplikasi nomina, dan 4 bentuk majemuk nomina. Dari proses morfofonologik ditemukan alomorf fonologik, morfologik, dan sintaktik. Dari ciri perilaku sintaktik verba, adjektiva, dan nomina ditemukan satuan bahasa berupa kata atau frasa yang menduduki posisi inti atau modifikator (ciri posisional) yang dapat mendampingi unsur wajib sebagai pendamping depan atau belakang (ciri pendamping) dan yang dapat disubstitusi berupa penggantian atau pertukaran posisi sebagai inti atau modifikator, asalkan substitusinya dari satuan bahasa berupa kata atau frasa yang sesubkategori (ciri substitusi). Ciri perilaku semantik selalu disepadankan dengan ciri perilaku morfologik atau sintaktik untuk mendapatkan subkategori kata yang lebih terperinci mengingat setiap bentuk atau fungsi kata tidak dapat dilepaskan dari maknanya.
Dengan menerapkan teori linguistik deskriptif struktural yang sinkronik, dapat dinyatakan karakteristik formal kelas kata verba, adjektiva, dan nomina dalam bahasa Bugis. Dengan demikian, dapat diperlihatkan bagaimana kelas kata tersebut dibentuk dan dikenali melalui subkategori yang berdasarkan ciri perilaku morfologik, sintaktik, dan semantiknya. (Aloy/Lus/Nap)