Wacana Naratif dalam Bahasa Jawa

Titik Indiyastini, Syamsul Arifin, Edi Setiyanto, dan Laginem

Penelitan ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana strategi penampilan partisipan dalam wacana naratif bahasa Jawa, jenis tuturan apa yang membangun wacana naratif dalam bahasa Jawa, dan bagaimana koneksitas antara tuturan yang satu dan tuturan yang lain dalam membntuk wacana naratif bahasa Jawa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori atau kajian wacana yang dirujuk antara lain dari buku karangan Keraf (1982:136), Kridalaksana (1993:231), Grimes (1975:261), Longacre (1983:151), Givon (1983), dan Montalulu (1988:21). Metode dan teknik yang dilakukan pada tahap pengumpulan data diterapkan metode observasi atau metode simak. Metode itu dilakukan dengan teknik sadap dan teknik catat. Tahap analisis data dilakukan dengan metode distribusional dengan teknik bagi unsur langsung. Pada tahap penyajian hasil analisis data digunakan metode informal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa wacana naratif dalam bahasa Jawa, khususnya yang datanya diambil dari cerita cerkak dalam majalah berbahasa Jawa, Penyebar Semangat dan Djaka Lodhang, memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan wacana yang lain. Dari penelitian yang dilakukan dapat dikemukakan bahwa dalam wacana naratif memang berupa tokoh, yaitu orang yang menjadi sentral dalam keseluruhan cerita, sesuai dengan kesentralan tokoh dalam cerita. Strategi kesinambungan tokoh menggunakan nama diri dan pronominalisasi. Wacana naratif diwarnai dengan jenis tuturan dialog, jenis tuturannya sarat dengan tuturan langsung. Adanya permasalahan dalam wacana naratif menimbulkan peristiwa. Peristiwa tersebut diceritakan secara berurutan atau kronologis. Elemen, baik partisipan maupun tuturan, sangat menentukan dalam pembentukan keutuhan wacana naratif.