Struktur Bahasa Melayu Dialek Ketapang

Ahadi Sullissusiawan dkk.

 

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur bahasa Melayu Ketapang dialek Ketapang yang meliputi sistem fonologi, morfologi, dan sintaksis. Bahasa itu hidup di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Buku yang dijdikan acuan penelitian adalah Tata Bahasa Indonesia (Gorys Keraf, 1980), Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Hasan Alwi dkk. 1983), dan Phonemics (Pike, 1947), serta Analisis Bahasa (Samsuri, 1991), dan Morfologi (Nida, 1952). 
 
Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut; 1() Terdapat 24 fonem, yaitu 6 fonem vokal dan 18 fonem konsonan. Fonem vokal dan fonem konsonan tersebut mempunyai alofon tersendiri. (2) Terdapat 3 diftong dan 6 deret vokal. (3) Terdapat morfem bebas dan terikat. Morfem bebas terdiri atas kata bersuku dua, tiga, dan empat. Morfem terikat terdiri atas morfem terikat secara morfologis (prefiks, sufiks, konfiks, dan afiks gabung) dan morfem terikat secara sintaksis yang berupa kata gabung (preposisi). (4) Proses morfologisnya adalah pengimbuhan, perulangan, dan pemajemukan. (5) Perulangan ada dua macam, perulangan seluruh bentuk dasar dan perulangan berkombinasi dengan afiks. Perulangan tidak berfungsi mengubah kelas kata. (6) Bentuk kata majemuk pada umumnya terdiri atas bentuk dasar. (7) Terdapat proses morfofonemis, yang terjadi akibat perubahan afiks yang bertemu dengan bentuk dasar. (8) Sistem sintaksis membedakan adanya frasa, klausa, dan kalimat. (9) Kalimat dapat diklasifikasikan ke dalam pola kalimat dasar dan jenis kalimat. (10) Berdasarkan jumlah klausa, kalimat terdiri atas kalimat tunggal (kalimat nominal, adjektival, dan verbal) dan kalimat majemuk ( kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat).