Analisis Semiotik atas Lirik Kantola: Sastra Lisan Daerah Muna

Aderlaepe, Rohmana, dan Sukmawati

 

Penelitian ini memerikan tema sastra lisan Kantola dan pengekspresiannya secara simbolik. Memerikan potensi pengaktualan kembali pementasan Kantola sebagai media ekspresi dari segi sosiologis dan antropologisnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang didesain secara kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, perekaman, dan elisitasi. Analisis data menggunakan teknik pembacaan heuristik dan heurimatik. 
 
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kantola adalah sastra lisan yang berfungsi sebagai media ekspresi. Lirik Kantola tidak hanya bermuatan perasaan pribadi, tetapi juga berisikan dimensi kemasyarakatan.lirik Kantola terdiri atas beberapa baris yang jumlahnya tidak tentu. Baris lirik yang sarat dengan simbol merupakan ciri khas Kantola sebagai sastra lisan yang berprototipe prosa liris. Sebagai bagian dari seni tradisional, pementasan Kantola tidak lagi dijumpai dalam masyarakat Muna, Sulawesi Tenggara. Kenyataan ini menunjukan bahwa Kantola sebagai seni tradiosional tidak mampu bertahan dari kikisan arus modernisme.