Sistem Reduplikasi Bahasa Lintang

Diemroh Ihsan, Chuzaimah Dahlan Diem, dan Majelis

 

Penelitian ini membahas sistem reduplikasi bahasa Lintang, yang meliputi (1) jenis reduplikasi,( 2) ciri-ciri setiap jenis reduplikasi, (3) fungsi reduplikasi, dan (4) makna atau arti kata reduplikasi dalam bahasa Lintang. Teori yang digunakan berpegang pada Fromkin dan Rodman (1983), Simatupang (1983), Yasin (1987), Keraf (1984), Ramlan (1987), dan Samsuri (1982). Metode yang digunakan adalah metode pemerian atau deskriptif. Data yang didapatkan melalui informan penutur asli bahasa Lintang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik  wawancara serta teknik perekaman.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa ciri-ciri reduplikasi bahasa Lintang adalah (1) secara struktural setiap bentuk dasar reduplikasi merupakan satuan yang mempunyai makna atau pengertian, dan (2) makna bentuk ulang atau reduplikasi biasanya tidak jauh berbeda dengan makna bentuk dasarnya. Jenis reduplikasi dalam bahasa Lintang dibagi berdasarkan cara pengulangan bentuk kata dasarnya, yaitu (1) reduplikasi seluruh, (2) reduplikasi sebagian, (3) reduplikadi berkombinasi dengan afiksasi, dan (4)reduplikasi dengan perubahan fonem. Dalam bahasa Lintang, jenis kata dapat mengalami proses reduplikasi seluruh kata verba, jenis kata nomina, jenis kata adjektiva, dan jenis kata numeralia. Reduplikasi dalam bahasa Lintang mempunyai beberapa fungsi, yakni (1) mengubah jenis kata nomina menjadai jenis kata adjektiva, (2) mengubah jenis kata adjektiva menjadi jenis kata adverbia, dan (3) mengubah bentuk tunggal menjadi bentuk jamak dari jenis kata nomina. Makna reduplikasi dalam bahasa Lintang terdiri dari (1) makna resiprok,( 2) makna intensitas frekuentatif, (3) makna mempunyai atau tiruan sesuatu (nomina), (4) makna mempunyai atau tiruan sesuatu (adjektiva), dan (5) makna intensitas kualitatif.