Judul: Tanggapan Pembaca terhadap Novel Berwarna Lokal: Sri Sumarah dan Warisan

Penulis: Erlis Nurmujiningsih dkk.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengetahui tanggapan pembaca, baik pembaca awam maupun pembaca kritis, terhadap dua novel berwarna lokal yang cukup terkenal, yaitu Sri Sumarah karya Umar Kayam (warna lokal Jawa) dan Warisan karya Chaerul Umam (warna lokal Minangkabau). Teori yang dijadikan dasar adalah teori dari Vodicka (1964), Segers (1978), dan Abrams (1981). Sampel tanggapan pembaca diambil dari majalah, surat kabar, buku, dan kuesioner yang disebarkan. Tanggapan untuk Sri Sumarah diambil dari majalah, surat kabar, dan buku periode 1975—1999, sedangkan untuk Warisan periode 1979—1999.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca Sri Sumarah menganggap novel itu merupakan sebuah risalah sosiologi mengenai perempuan Jawa. Hal yang sebaliknya terjadi pada pembaca Warisan. Pembaca Warisan menganggap novel itu tidak mencerminkan manusia Minangkabau sebenarnya. Pembaca yang sampai pada simpulan tersebut adalah pembaca yang berasal dari etnik yang sama dengan warna lokal dalam novel yang dibaca. Tanggapan pembaca yang berlainan etnis dengan warna lokal dari novel yang dibaca, pada umumnya, menanggapi bahwa kehadiran warna lokal tertentu dalam novel adalah usaha pengarangnya untuk memperkenalkan warna daerah/budayanya kepada pembaca lain.