Judul: Peran Wanita Sunda dalam Karya Sastra Sunda: Suatu Kajian Gender

Penulis: Elis Suryani N.S, Mimin Rukmini Diria, Ari J. Adipurwawidjana, dan Anne Erlyane

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran wanita Sunda dalam karya sastra Sunda. Pembahasan ini meliputi motif tingkah laku, norma tingkah laku, dan persepsi. Sumber data penelitian ini ialah empat buah novel Sunda, yaitu Baruang ka Nu Ngarora, Lain Eta, Pipisahan, dan Puputon. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif persepsional. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiologi sastra yang diarahkan pada teori struktur-genetik yang dikembangkan Goldman. Buku rujukan yang digunakan, antara lain Faruk (1994), Damono (1984), dan Teeuw (1984).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa motif tingkah laku tampak pada tokoh wanita dari keempat novel tersebut sebagian besar masih menampakan adanya benturan yang lahir dari sosok wanita tradisional. Dalam hubungannya dengan latar, cara, dan tujuan dilakukannya suatu perbuatan atau tindakan, diperoleh sifat dasar, yaitu keterkaitan wanita akan lingkungannya. Tokoh wanita lebih menunjukan sikap reaktif. Dengan kelabilan hati serta potensinya yang emosional, mereka lebih mudah terpengaruh lingkungannya. Wanita Sunda juga mengetahui norma yang berlaku di lingkungannya yang kemudian harus dipatuhi. Mereka harus tunduk, patuh dan setia kepada suaminya. Melalui struktur itu, sistem patriarki diberlakukan sehingga tampak nyata perbedaan kedudukan antara wanita dan pria. Wanita dalam menjalani fungsinya sebagai istri masih berperan sebagai sosok yang memiliki konsep dan perilaku tradisional. Mereka cenderuing masih memiliki sikap ketergantungan terhadap suami sehingga peran yang dijalaninya sebagian besar berfungsi sebagai penompang peran kedudukan suami.