Judul: Tuturan Ritual dalam Sastra Lisan Lio

Penulis: Tamo, Hayon G. Nico, K.M. Margaretha, dan M.Ully

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan tuturan ritual sastra lisan Lio. Data yang terekam ditranskripsikan dan diterjemahkan. Pembahasaan ini meliputi bentuk, jenis, dan ciri-ciri konvensi kelisanan tuturan ritual sastra lisan Lio. Latar belakang sosial budaya, fungsi, dan kedudukan sastra lisan Lio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan pengumpulan data dengan teknik perekaman, pencatatan, dan studi pustaka. Teori yang digunakan mengacu kepada petunjuk penelitian sastra lisan yang digariskan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa yang ditulis oleh Suripan Sadi Hutomo dengan judul Panduan Penelitian Sastra Lisan/Daerah (1983).

Simpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, antara lain adalah bahwa (1) puisi lisan memiliki ciri-ciri yang dinamis, yaitu jumlah larik tiap mantra memiliki variasi yang bermacam-macam. Dan jumlah suku kata tiap larik tidak statis, ada yang panjang ada yang pendek; (2) puisi Lio memiliki keindahan dalam pendayagunaan bunyi; (3) tuturan ritual mengungkapkan latar belakang kepercayaan masyarakat Lio yang bersifat animisme dan dinamisme sewaktu tuturan tersebut masih dimitoskan oleh masyarakatnya; (4) nyayian pujian masih disebarluaskan dan masih dimanfaatkan oleh masyarakat Lio.