Judul: Struktur Sastra Lisan Kluet

Penulis: Bakhrum Yunus dkk.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan cerita lisan Kluet (Aceh) dan menganalisinya dari sisi bentuk, isi, dan struktur cerita. Teori yang digunakan adalah teori yang dikemukakan Teeuw (1981), Rusyana (1976), Wellek dan Warren (1976) serta I.A. Richard dalam Fowler (1971). Dalam penelitian ini dimuat 16 cerita lisan Kluet yang diperoleh dari berbagai sumber berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

Hasil analisisnya adalah bahwa sastra lisan Kluet dapat digolongkan ke dalam cerita pendek, tetapi cerita itu dapat divariasikan atau diperpanjang sesuai dengan permintaan pendengar atau penyelenggara upacara. Sastra lisan Kluet umumnya bertemakan kepahlawanan dan pengabdian kepada raja. Di samping itu, ada juga tema tentang kepemimpinan, kecerdikan, dan keadilan. Tokoh cerita lisan Kluet yang berbentuk legenda atau mite, selain diperankan oleh manusia, juga diperankan oleh makhluk halus, bintang, tumbuh-tumbuhan, serta lingkungan, seperti gunung, sungai, serta zat, seperti angin, api, dan air. Alur cerita memiliki pola yang sama, yaitu alur maju, tidak ada yang berbentuk alur mundur (flasf back). Nilai-nilai yang terdapat dalam sastra lisan kluet, antara lain, nilai pendidikan (didaktis), nilai kepahlawanan (heroik), nilai sosial, nilai religius, nilai budaya, dan nilai politik.