Judul: Gambaran Masyarakat Betawi dalam Novel Si Dul Anak Jakarta Karya Aman Datuk Madjoindo

Penulis: Amir Mahmud

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan gambaran masyarakat Betawi melalui kata, frasa, kalimat, dan wacana dalam teks novel Si Dul Anak Jakarta (SDAJ) yang berkaitan dengan hubungan sosial, sikap hidup, dan adat istiadat masyarakat Betawi. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra.

Ada tiga jenis hasil penelitian terhadap gambaran masyarakat Betawi dalam novel SDAJ. Pertama, hubungan sosial masyarakat yang tergambar dalam SDAJ mencerminkan hubungan kesederajatan, baik dalam keluarga maupun dengan lingungannya. Kedua, sikap hidup masyarakat Betawi dalam SDAJ adalah (1) memiliki rasa kemanusiaan dan kebersamaan terhadap lingkungan, (2) bersikap menyerah pada nasib yang telah diberikan Tuhan, (3) menganut agama Islam yang taat dan fanatik, (4) wanita tidak diizinkan untuk memberdayakan dirinya ke luar rumah, (5) mempercayai kekuatan setan/supranatural meskipun penganut agama Islam, dan (6) mengutamakan mengaji daripada sekolah. Ketiga, adat istiadat yang tergambar dalam SDAJ adalah (1) masih melakukan manggok (penyampaian sembah anak-anak saat Lebaran dan tuan rumah memberi imbalan uang) dan sedekah dengan lingkungan atau kepada saudaranya ketika Lebaran, (2) kurang senang dengan kehdiran pendatang di tengah masyarakat, (3) tertutup menerima budaya dari Nusantara dan luar negeri, (4) makanan khas Betawi sukar ditemukan karena sudah tercampur dengan makanan Nusantara dan luar negeri, (5) memiliki permainan anak-anak, seperti petasan panah-panahan, dan (6) melakukan kenduri, seperti kenduri tiga hari dan tujuh hari setelah orang meninggal dunia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa novel SDAJ dapat dijadikan sebagai salah satu sarana untuk memahami keadaan sosial budaya masyarakat Betawi (tahun 1930-an).